Showing posts with label Thoughts. Show all posts
Showing posts with label Thoughts. Show all posts

Oct 27, 2016

life lately



  • I'm on my last semester woohoo!! There's still 3 classes to attend every Saturday, but no more Online Class! and dealing with my Final Paper. Due? December!
  • I have a super crazy group of class mate. They're cheer up my every Saturday. Sedih juga bayangin kalau kebersamaan menghabiskan malam minggu di kampus tinggal hitungan jari.
  • Watching new series and fall in love with it. Judulnya This is Us.
  • Enjoying 2 Broke Girls. Yeah I know it's late.
  • Need a new laptop. Tapi ga punya uang cukup :(
  • Still recovery from drama mellow mellowan nikahan Kiki.
  • Not communicate really well with Kiki like we used to be. Kinda awkward. Makin baper deh guwee..
  • Not really enjoying my teamwork's current situation, I think it's suck!
  • Looking forward to November! Nonton Kodeline, Jogja trip, dan Sigur Ros di Fort Canning - SG!
  • Boyfriend situation? Dilema. Masuk ke fase dimana I keep questioning is he the one? Am I ready to spent the rest of my life with him? Am I being totally honest with him or even myself?
  • Excited to try on my new customize swimsuit this weekend.
  • Mom is in town. How can I handle it? Any idea?

Your wish is granted!

Kita semua pasti punya keinginan. Kita semua pasti punya keinginan yang selalu disisipkan dalam setiap do'a yang kita sodorkan pada-Nya. Entah itu impian dalam percintaan, rejeki, peluang, keluarga atau apalah lagi yang lainnya. 

Have you ever think "what if my dreams come true?" Siapkah kita jika keinginan itu terwujud?

Akhir - akhir ini saya cukup sering mendengar curhat - curhatan atau sekedar cerita - cerita tentang orang yang mengeluhkan keadaanya saat ini.

Teman saya, -sebutlah F- kini hamil. Kehamilan ini sudah dinantikan dan diidamkan cukup lama sekitar 7 tahun. Kini hampir tiap hari dia selalu telat, bolos tanpa kabar, dan mengeluhkan kondisi dan efek dari hamilnya.Well, mungkin hormonal.

Atasan teman saya, -sebutlah AY-,terpilih untuk menduduki jabatan yang cukup bergengsi di kantor saya. Jabatan yang tentu dia, bahkan semua orang mungkin impikan. Kini, hubungannya jadi renggang dengan tim-nya, hampir dimusuhi semua anggota bagiannya karena dianggap otoriter, hanpir setiap hari pulang larut, hampir setiap minggu dinas luar kota, hampir setiap saat curhat keluh kesah di Path, sudah jarang ketawa tiwi di kantor.

Terakhir, tetangga kosan yang juga temen kantor saya. 3 bulan terakhir ini dia kembali duduk di posisi teknis. Sebelumnya dia memang di posisi teknis, namun sempat di oper untuk pindah ke posisi sekretariatan selama hampir 1 tahun. Dia bilang, dia selalu sisipkan do'a agar bisa kembali ke posisi teknis. Kini, hampir 3 bulan sudah dia kembali di posisi yang ia do'a kan tsb, namun sering sekali mengontak saya untuk sekedar mengeluh capek, mengeluh kesal karena lembur, kesal karena tim kerjanya lelet, kesal karena jadi jarang ke mol, dan kesal kesal lainnya.

One day akhirnya saya nyeletuk, "Ini bukannya posisi yang kamu pengenin dari dulu ya? Kok udah dikabulin malah ngeluh?"

Dia diem aja sambil senyum senyum. Mungkin malu, mungkin bingung harus jawab apa.



Jadi, apakah kita bener bener sudah siap ketika impian kita dikabulkan?

Jangan lupa bersyukur :)

Oct 1, 2016

Demotifasi?

dua tahun dan 11 bulan.

Cukup membuat seorang Dini Akbari akhirnya ngalamin yang orang orang sebut "demotivasi kerja".

Terdengar cengeng, tapi memang ternyata ada beberapa hal yang bisa mempengaruhi seseorang sampe dia mengalami yang namanya males kerja..males ke kantor..males mikir kerjaan. Well, ya itu..kurang atau turun nya motivasi buat kerja, bahkan buat sekedar berangkat ke kantor.

Buat saya, faktor itu adalah tim.

Walaupun bukan low point of my work life, tapi saya cukup down dengan hal hal yang terjadi belakangan ini. 

Tim kecil yang hanya ber anggotakan 5 orang aja, bikin baper-nya setengah mati. Komunikasinya ga ada, well at least with me. 

Sepertinya saya hanya jadi pelengkap saja, kayak bawang goreng di sebungkus indomi goreng. Ga dipake pun gpp, ga bikin indomi jadi kurang enak juga kok.

Mandek.

Mentok.

Ga berkembang,

Situasinya sih dinamis, tapi kerjaannya enggak.

Get me outta here.






Aug 7, 2016

Pertemanan yang itu

Promised myself that this is gonna be my last post talking about this issue.
Berapa kali memang saya sering menceramahi diri sendiri dengan kalimat pasrah " ya udahlah..its time to moving on"

Tapi entah kenapa keegoisan itu masih cukup besar untuk sekedar pasrah. Walaupun memang keadaan ga akan mungkin bisa kembali seperti dulu lagi. Susah payah saya mencoba membongkar ingatan tentang apa yang sebenarnya terjadi, apa akar masalahnya, apa yang memulai hingga jadi seperti ini. tapi nihil, tetep ga ketemu..

Percakapan yang kadang muncul pun jadi terkesan basa basi dan fake abis. Dan saya ga suka. Jadi lebih baik saya stay silent aja dibanding harus basa basi. Suatu hubungan memang ga boleh dipaksakan, Ga boleh hanya satu pihak aja yang berjuang, harus sama sama. And i'm done. Sudah cukup rasanya berjuang untuk selalu memulai komunikasi, entah hanya sekedar menanyakan kabar, atau topik singkat lainnya. Mungkin memang saya bukan teman yang baik atau teman yang cocok.

Pada akhirnya, saya selalu berpegang pada "Some talk to you in their free time, and some free their time to talk to you". Cukup itu saja yang dijaga. Yaaah, walaupun kalau ngeliat update-an sosial media masih bete juga kadang kadang hahahaha sosial media emang penyakit :D

Maybe i'm not an easy person to be friends with :)

That's why I keep it simple from now on. Saya sudah cukup dewasa untuk bisa membedakan mana temen yang emang buat have fun ketawa tawa bareng doank, mana temen yang bisa diajak sharing pikiran, dan mana temen yang bisa diajak susah bareng.

Mark Twain said, 

"The more you growing up, your circle of trust is getting smaller".




Oct 28, 2015

financial adult?

Dalam minggu ini beberapa blog yang rutin saya kunjungi, membahas tentang financial alias urusan duit. Ada yang bahas tentang financial planner, bahas cara nabung, bahas cara atur pengeluaran, sampai ke bahas kalo dia lagi bokek berat gara gara abis liburan. Ga kelar kelar emang kalo ngomongin hal yang satu ini.Sama halnya kayak menjadikan NABUNG sebagai resolusi di setiap awal tahun, ga mulai mulai! *shame on me! Sebenarnya apa sih susahnya nabung? Apa susahnya coba nyisihin 10% aja dari gaji tiap bulan? SUSAH!

Gaji sekian, kosan sekian, bayar kuliah sekian, bayar kartu kartu sekian, zakat sekian, kasih mama sekian, harusnya, harusnyaaaa loh ya..dari hitungan kasar sih masih sisa kira kira 30% - 40% an buat biaya sehari hari dan (harusnya) nabung. Setelah baca beberapa blog sebagai referensi, kayaknya memang yang salah adalah pengaturan nya. Saya memang termasuk orang yang super boros. Ga boleh dikasi uang cash deh, kalo ada cash di dompet,, yasalam! 

So, starting next month (amien), I need to make every post for every need. Ga usah muluk muluk mikirin nabung dulu deh, setidaknya saya harus tahu dulu kemana larinya gaji saya tiap bulan.

Semangat sore ah!

“Do not save what is left after spending, but spend what is left after saving.” – Warren Buffet




Oct 7, 2015

should we or should we not change for someone?

     Honestly, having a real-ationship with someone older provide some challenge for me. Mau tidak mau memaksa saya untuk menjadi lebih dewasa. Berpikiran lebih dewasa, bersikap lebih dewasa. And this good thing is new for me. Di hubungan sebelumnya, pasangan saya selalu menerima saya apa adanya, Apa adanya saya bersikap, apa adanya saya berpikir, apa adanya sikap saya ke dia atau orang lain. Waktu itu saya menganggap, "wah dia baik banget menerima saya apa adanya". But it never last. Hanya hitungan bulan. Tau alasan kenapa hubungan itu selesai?. Katanya dia capek menghadapi saya. HEY! You are the one who said would love me for what I am.

It is a good thing for just being you. Menurut saya, memang baik jika seseorang menerima diri kita apa adanya. Tapi disitu letak koma nya. Apakah diri kita -yang sudah diterima apa adanya itu- sudah menjadi the best version of our self?

Selama ini saya selalu memikirkan kepentingan orang lain diatas kepentingan saya. Hobi sekali ber-asumsi sendiri tanpa bertanya. Menciptakan pikiran sendiri untuk suatu situasi. Saya pikir itu sebuah sikap yang baik. Sikap yang ga mau nyusahin orang. Sikap yang cenderung menghindari konflik.Sikap yang "asal semua senang dan tenang". Ternyata disitu saya disebut egois. 

Sikap yang ga mau nyusahin orang itu justru ternyata jadi bikin orang susah. Penuh asumsi ternyata malah bikin keadaan jadi ga clear karena ga ada klarifikasi. Dari obrolan panjang dan ribut ribut kecil yang (cukup) sering terjadi antara saya dan mas, saya mulai banyak belajar. Menjadi sosok yang tidak egois memang super sangat sulit buat saya. Saya masih sering kali tersandung batu batu kecil yan buat saya jatuh lagi. Hampir menyerah pun saya sudah. Tidak jarang saya justru memendam amarah, manut manut demi biar ga ribut, berujung sebel sendiri.

Apa saya berusaha berubah buat dia?

Apa saya berusaha berubah biar ga ribut ribut lagi?

Mas selalu bilang (kadang agak keras), agar saya jangan berubah karena dia. Saya harus berubah karena memang saya ingin menjadi sosok yang lebih baik. Menurutnya, jika kita berubah untuk seseorang, maka ketika kita sedang atau sudah tidak bersama orang itu lagi, poof! Semua perubahan positif itu akan lenyap. Balik ke diri yang awal. Then I said, "aku ingin menjadi sosok yang lebih baik memang karena kamu. Karena kamu yang membimbing. Bukan untuk kamu, tapi untuk aku". Sikap ingin berubah saya memang mungkin tumbuh karena semata mata saya ingin jadi sosok yang lebih baik di mata pasangan saya. Untuk lebih baik. 

Dan jika seseorang yang menjadi alasan yang membuat kita menjadi sosok yang lebih baik, saya rasa tidak ada salahnya.

Apakah diri kita sudah menjadi the best version of our self?

Sep 8, 2015

up!



Untuk beberapa hal saya termasuk golongan orang yang agak malas, dan sedikit bosenan.
Bulan ini ada beberapa hal yang membuat saya harus jadi agent of change. Setidaknya untuk diri sendiri dulu.

Tentang kuliah

Akhirnya setelah bergerilya ngumpulin dokumen kelengkapan dan tentunya berdoa biar ga ada masalah lagi dengan Dikti, akhirnya minggu awal sept ini saya bertandang ke Mercubuana di Meruya. (one thing for sure, beneran jauh.), Agendanya adalah pembekalan mahasiswa baru. Disini saya deg deg an. Takut NIM nya ga ada yang artinya problem di Dikti masih nyangkut. Dengan kata lain ya saya gagal jadi mahasiswa tahun ini. Sampai sana suasana udah rame banget, karena gabung dengan semua mahasiswa baru, Ambil snack dan brosur jurusan, langsung ngecek papan pengumuman daftar mahasiswa.

Alhamdulillah.
Terpampang Shantika Embundini dengan NIM 4425110152!

Disini tantangannya. 6 mata kuliah. Bobotnya 18 sks.Jadwal kuliahnya setiap Sabtu jam stengah 10 pagi, sampai jam 10 malam. Jeda cuma 30 menit dari jam stengah 5 ke jam 5. I am no longer friend with Saturday! Semoga kelar 1,5 tahun, AMIEN!!

Tentang badan sendiri

Si tipes kembali di akhir Agustus kemarin. jadi dalam tahun ini saya tipes udah 2x dalam jeda 3 bulan. Sungguh ga enak. Mulai deh bebenah. makan dibenerin, gaya hidup dibenerin. Makan siang sekarang udah program katering sama beberapa teman, alasannya ya karena bersih dan no msg. Ampir tiap hari minum air kelapa muda no sugar untuk buang racun. And I try "one kiwi a day keep doctor away", nyontek dari tips nya Alodita. Makan ciki ciki an juga mulai jarang. Indomi? Ini yang berat. Sebisaaaa mungkin ga makan indomi, salah satu caranya ya jangan ada stock indomi di kosan. 

Membership di yogalates udah sebulan ini dianggurin. Biasanya bertandang di sabtu dan minggu. Sekarang karena sabtu udah kuliah, minggunya selalu pengen leyeh leyeh bangun siang. Niatin mau di weekday sebelum ngantor, tapi bangun awalnya males banget. Abis subuh jam 5 pasti tidur lagi dan bangun bangun udah jam stengah 8. langsung buru buru mandi ngantor. Akhirnya terbengkalai sudah iuran bulanan. September! I'm not a morning person. Jadi rasanya malas kalau harus bangun lebih pagi dan berangkat yoga. tapi akhir akhir ini efeknya kerasa, badan rasanya kaku banget dan tagihan kartu kredit ga enak diliat karena ada list Yogalates yang g pernah dipake. Ini yang harus dicoba. Tiap pagi bayangkan tagihan yang dibayarkan tanpa dapet hasilnya. Bikin kaya orang lain, kita nya susah.  Cara ini berhasil 2x. Semoga kedepannya semakin rajin biar terbiasa. Hop hop!


Agent of change untuk diri sendiri.

Saya siap (ingin) berubah!

Wish me luck!

Aug 22, 2015

tentang Harapan

Dua hari yang lalu serta pagi ini. Posting-an di halaman Path dari  tiga orang yang berbeda. Satu kesamaan subjek dari ketiganya, tentang Harapan.Begini bunyinya...


"Berapa lama kita harus menunggu?
Tergantung. Boleh sebentar, boleh selamanya. Hanya saja , gantungkan harapan tersebut bukan ke orangnya/sesuatu; gantungkan harapan tersebut kepadaYang Maha Menguasai hati. Tempat seluruh pengharapan akan kembali,Maka proses menunggunya boleh jadi berkah dan bermanfaat --pun kalau ujungnya tidak seperti yang kita inginkan di awal"

"Ketika hatimu terlalu berharap kepada seseorang maka Allah timpakan ke atas kamu pedihnya sebuah pengharapan, supaya kamu mengetahui bahwa Allah sangat mencemburui hati yang berharap selain Dia. Maka Allah menghalangimu dari perkara tersebut agar kamu kembali berharap kepada-Nya"


*slap slap*

Bulan ini buat saya memang menjadi bulan mengeluh. Mau lanjut kuliah, sedikit terhalang persyaratan, saya langsung mengeluh dan hilang semangat. Ide sendiri diakuin jadi ide orang lain, langsung ngeluh. Administrasi legalisir di kampus lelet banget, ngeluh. Berharap semuanya berjalan selancar dan sesimple yang saya inginkan. Ternyata disitu kayaknya saya disentil Yang punya kuasa. Harusnya saya serahkan semua pada Dia. Kalau memang jalannya untuk kuliah tahun ini, pasti akan terjadi. Amiin.

Tentang harapan. 
Saya akui, saya memang berharap banyak pada seseorang. Seseorang yang bahkan selalu menasehati saya untuk tidak menaruh harapan pada orang,karena saya akan kecewa. Tapi tetap saja saya berharap pada dia. Ternyata (sepertinya) Tuhan cemburu. Dalam doa setiap solat memang saya selalu berdoa untuk dia. Seharusnya saya berdoa untuk yang terbaik menurutNya. Saya harus berharap pada yang maha pengabul harapan.


Jul 12, 2015

tentang mengabarkan dan dikabarin

This is my current issue this week.  Ngabarin dan dikabarin.

Berawal dari obrolan iseng di sebuah tempat makan pizza dibilangan Rasuna sana tentang bagaimana teman teman laki laki saya mengeluh tentang perempuan yang sering bawel nanyain kabar, dan sering marah kalo ga dikabarin. They said "ribet banget, udah makan belum, lagi apa, lagi dimana, kok ga ada kabarnya?". Saya hanya tertawa. Well, its common thing kayaknya untuk perempuan yang selalu ingin tahu kabar orang yang dia sayang sedang dimana dan sedang apa. Lalu saya bilang, "ya ga semua cewe serempong itu, but yes mereka butuh kabar". and then dibales " Ya cewe pake perasaan sih, kalo cowo tu pake logika"

Saya rasa ini bukan masalah pake logika atau pake perasaan, well maybe ada sih unsur itu sedikit yang membuat cewe lebih bawel. Menurut saya, ketika kita sudah berkomitmen untuk menjalin hubungan lebih dari teman dengan pasangan , kita berkomitmen untuk peduli dan sayang. Faktanya begini, sesibuk apapun seorang perempuan, dia pasti (mostly) akan kasih kabar dulu such as " bentar ya aku lagi sibuk banget". Sedangkan cowo, mostly akan ngilang dan diakhir hari baru akan bilang "Maaf tadi aku sibuk banget seharian". See the different? 

Egoisnya saya sebagai perempuan, saya ingin selalu dikabarin. Tanpa saya harus nanya duluan. Sedangkan pasangan saya, tipikal yang "tunggu aja nanti juga dikabarin". Anehnya hal itu bikin saya akhirnya gengsi buat nanya kabar dia duluan. Ga baik untuk gengsi ke pasangan sendiri, yea I know that. Saya suka kadang sebal, karena sesaat seperti tidak menjadi prioritas untuk dia. Saya selalu berpikir , apa salahnya sih kabarin dulu kalo bakal sibuk, disitu saya pasti akan mengerti. Dan ga jarang kami ribut gara gara hal ini. Kalau dipikir pikir memang lucu. masalah sesederhana KABAR saja bisa bikin pusing. 

Well, jalan tengah yang akhirnya kami ambil adalah : Tanya.








Apr 24, 2014

+


Berhenti dan cobalah memahami bedanya berpikiran positif dan mempositifkan pikiran.

Jul 19, 2013

Friday almost 2 a.m. can't sleep. light off.scrolling through 'capture it" photos in my phone.

they said ; throughout life you will meet one person who is unlike any other. You could talk to this person for hours and never get bored, you could tell them things and they won't judge you. This person is your soul mate, your best friends. Don't let them go.



tiba tiba rasanya rindu..

rindu obrolan hangat di sela sela kentang goreng dan minuman penghangat favoritnya. rindu perasaan hangat yang selalu membuncah hanya dengan melihat senyum atau mendengar nya memanggil nama saya dengan halus. rindu omelan omelan nya yang selalu muncul saat saya mengeluh dan terjebak di aura negatif. rindu dengan entah bagaimananya ia selalu bisa memperlihatkan hal manis dari setiap masalah saya, even when I even didn't see it coming.rindu perasaan dimana si sahabat saya akan berkata "kamu suaranya bahagia sekali". rindu mengulur sore bersama walau hanya bertukar emoji di smartphone.rindu dengannya yang selalu mengingatkan saya untuk mengutamakan bagaimana bikin mama bahagia. rindu dengan tangan yang bertaut walau dalam keheningan, hening yang rasanya nyaman sekali.rindu kerutan di pinggir matanya ketika ia tertawa.

rindu betapa bersemangat nya ketika bercerita tentang kerjaannya yang tidak saya mengerti sama sekali. rindu ketika perdebatan dan obrolan mengenai hal yang disebut agama nya dan agama saya bisa kadang menimbulkan emosi dan hopeless laugh.rindu "kan ada aku.." yang keluar dari mulutnya. rindu tepukan lembut di punggung yang rasanya seperti dorongan penyemangat. rindu caranya menularkan kedewasaan padaku yang kadang saya benci, karena memang beberapa orang( seperti saya) terlalu keras hatinya untuk berubah dan bisa, satu satunya cara adalah dengan teguran keras.rindu betapa tetap setianya walaupun pertanyaan yg ia tanyakan yang selalu akan saya balas dengan pertanyaan lagi. rindu bagaimana ia mengajarkan saya bahwa Tuhan yang akan mencukupkan semuanya, jadi tak perlu cemas dalam hidup karena semua sudah diaturNya.dia mengajarkanku cara berserah. rindu akan kalimat sesimpel "din,mama kirim salam.."

aah..jadi rindu sekali rasanya.

muluk muluk yah...klise dan gombal sekali rasanya hahaha saya menertawakan dimana akhirnya saya sendiri yang mengingkari janji. berjanji tidak akan menulis apapun tentangnya lagi di lini ini. dasar khianat kamu,dini! 


Suatu ketika dia pernah berkata ; "sekarang nih ya, ada banyak orang all over the world yang sama seperti saya, sama seperti kamu. They're maybe lonely sometimes. Mereka rindu seseorang. Mereka jatuh cinta pada seseorang yang they probably shouldn't fall in love with. Mereka punya rahasia yang mungkin kamu ga akan percayai. Mereka berharap, bermimpi, berdoa dan they look out the window whenever they're in car or bus or train. Dan mereka memperhatikan orang orang dijalan dan wondering what they've been through. Mereka selalu mengira - ngira apakah orang orang menyenangi dirinya. Mereka seperi saya, bahkan seperti kamu. Kamu bisa cerita apa saja dan mereka akan mengerti. You're never alone."


we are never alone actually, but we almost always feels like we're alone. 

God's love you :)

Jul 11, 2013

but..

they said. :

clear your mind of can't

changing your thinking and reaction patterns

keep on positive

happy thought

think as somebody else's shoe

etc.


but they never said how to do it  !!

Feb 8, 2013

suddenly..

Truth is, aku tidak tahu tujuanku apa.  I have no idea where I’m going in life.  And it gets pretty scary sometimes if I let myself think about it.  Yang aku tahu hanya menjalani hidup ini one day at a time, bekerja, makan, tidur, tertawa, ngobrol.  As long as I got some jobs to do and men to do, I’m fine.  I should be fine

Jan 30, 2013

people who smile in rain


dering telpon nyaring berbunyi di minggu siang . Seseorang di masa lalu tiba tiba mengabarkan kalau dia sedang berada di sekitaran Jakarta dan mengajak bertemu sekedar untuk bertukar berita.

Rasanya sudah terlalu lama saya tidak berjumpa dengan pria satu ini. Bitter story from the past terlalu membuat saya benci untuk bahkan mengetahui kabar keberadaannya. Tak banyak teman dekat saya yang tau mengenai algojo yang satu ini. Saya pun rasanya malu untuk kembali merasa bodoh jika harus menceritakan kisahnya ke teman teman.

Entah kenapa, ingatan-ingatan itu muncul liar di kepala saya pagi ini. Bermunculan tanpa ampun, Seperti kembang api tahun baru yang tak hentinya menghiasi langit. Indah, namun berisiknya minta ampun.

Ah saya tau kenapa.

Saya menatap namanya di dalam daftar orang yang mengirimkan permintaan berteman di Facebook. Nama itu memang sudah lama muncul, sekitar sebulan terakhir. Saya diamkan karena saya berpikir, buat apa? Dia sudah dengan kehidupannya dan saya dengan kehidupan saya. Tapi saya pun tak kunjung menghapusnya dari daftar nama itu.

Sampai pagi ini. Saya menyetujui permohonan bertemannya.

Setelah itu saya tersenyum kecil. Ini cuma social media platform, kalo orangnya gak asik, ya tinggal delete friend aja kan?

Nov 21, 2012

nov21th randomness

copy from my tweet


rasa nyaman itu emang rate nya luar biasa dan bisa berujung g enak ati yah.Misal; karna udh nyaman ama isi kantornya,jd mau prusahaan sbenernya "merugikan diri" juga yaaaaah...fine.
atau gak, krna udh nyaman dan akrab bgt ama yg punya laundry,jadi even cucian kurang bersih yaaaa...fine aja.
Case lain,krna udh nyaman ama kmar kosan, walau aer kotor jam 8-11 pagi,,harga naik,,yg punya kostan kapitalis yaaaaa...fine ajah!
Karna udh nyaman berteman,jadi klo tmen nyebelin,ngeselin yaaaa fine ajah :)) in one point,we knew they didn't mean doin' that.
Tp ujung"nya bisa kluar rasa "ga enak" sendirii...
Pengen pindah ke laundry yg lbh baik,tp g enak karna si ibuk orangnya baik banget ramah banget (ˇ_ˇ'!l)
pengen tuker kerjaan,tp ga enak gara" isi kantor kayak udah seperjuangan bgt dan rasanya klo lepas 1 itu kayak "berkhianat" (ˇ_ˇ'!l)
Pindah kostan yg lbh baik,tapi yang ini strategis bgt,lingkungan bagus,aman,itungan masih murah buat jakarta dan banyak temen..(ˇ_ˇ'!l)
Masa cuma gara2 ga nyaman trus g temenan lagi sih..I love all my friends the way they are, in hope that they'll love as what I am too :')

Sekian pikiran tentang nyaman yg mendadak kepikir pagi ini gara gara nungguin air keran jadi bersih...slamaaat hari rabuu ​°\(^▿^)/°

Nov 20, 2012

Oct 24, 2012

a twit





Dulu dia bilang mah "us againts the world"..
13 Agust yg lalu dia bilang "its you againts the world" #eaaaak! 
Oct 11, 2012 





Oct 11, 2012

love the way people lie?

Einstein once said that lie is the absence of truth.
I can guarantee,there's no one on earth that tellin' lied and being lied before. Nearly any adult will tell you that lying is wrong. But when it comes to avoiding trouble, saving face in front of the boss, or sparing someone’s feelings, many people find themselves doing it anyway. The deceptions point is most lies aren’t meant to be hurtful to others; rather, they’re meant to help the one doing the fibbing. 

Anyhoo, when it come to relationship or (even) friendship,I didn't recall such thing what people called ' white lie'. When you made a commitment with someone for not to lie to each other, keep it!. Because you have no idea what someone capable doing and think when he/she decide not to tell lies to you. Its hard but they keep it. Embrace it..don't cheat on it.

we can only getting hurt by someone we really care about.

Oct 2, 2012

Nice quote, but umm...

Little life quote a read from Nylon magazine yesterday, 

- Never get tired of doing little things for others, for those little things occupy the biggest part of their hearts -


what I read is. But what if its doesn't happen? What if that people didn't knowing that you're able to do all those little things to them and yet they don't take that to their heart? What if you are already did all those little things and maybe bigger things to them, and they're not doing the same for you?

Sep 18, 2012

things been said...


Over thinking ruins you. Ruins the situation, twist things around, makes you worry and just makes everything much worse than it actually is.