Jan 30, 2013

people who smile in rain


dering telpon nyaring berbunyi di minggu siang . Seseorang di masa lalu tiba tiba mengabarkan kalau dia sedang berada di sekitaran Jakarta dan mengajak bertemu sekedar untuk bertukar berita.

Rasanya sudah terlalu lama saya tidak berjumpa dengan pria satu ini. Bitter story from the past terlalu membuat saya benci untuk bahkan mengetahui kabar keberadaannya. Tak banyak teman dekat saya yang tau mengenai algojo yang satu ini. Saya pun rasanya malu untuk kembali merasa bodoh jika harus menceritakan kisahnya ke teman teman.

Entah kenapa, ingatan-ingatan itu muncul liar di kepala saya pagi ini. Bermunculan tanpa ampun, Seperti kembang api tahun baru yang tak hentinya menghiasi langit. Indah, namun berisiknya minta ampun.

Ah saya tau kenapa.

Saya menatap namanya di dalam daftar orang yang mengirimkan permintaan berteman di Facebook. Nama itu memang sudah lama muncul, sekitar sebulan terakhir. Saya diamkan karena saya berpikir, buat apa? Dia sudah dengan kehidupannya dan saya dengan kehidupan saya. Tapi saya pun tak kunjung menghapusnya dari daftar nama itu.

Sampai pagi ini. Saya menyetujui permohonan bertemannya.

Setelah itu saya tersenyum kecil. Ini cuma social media platform, kalo orangnya gak asik, ya tinggal delete friend aja kan?