Oct 17, 2011

m.e.l.a.n.c.h.o.l.y ?


Hi you...
surely this one gonna be my last post about you (*finger cross)



Kamu yang selalu aneh jika kusebut namanya, karena memang tak pernah salah satu diantara kita mengira ini akan terjadi. Walau semua orang menduga, tapi slalu kita ingkari sampai akhirnya harus disembunyikan. Sebenarnya aku tidak suka sembunyi - sembunyi, namun bersamamu terlalu nyaman dan menyenangkan.Membuat saya menerima keadaan apa ada nya. Demi kebaikan bersama,katamu.

Selalu menyenangkan jika bersamamu..Jutaan wacana yang direncanakan hanya berujung menjadi bahan tertawaan,,serta kencan manis lewat layar skype terkadang cukup bagiku.

Ketika orang - orang terdekatku mulai menggelengkan kepala dan berkata, STOP akan hubungan ini sebelum kita melangkah terlalu jauh.Aku tau aku hanya menyiakan waktu ku dengan mu untuk suatu hal yang tak pasti. Kita menyebut Tuhan dengan nama yang berbeda, walau tak masalah buat mu dan keluarga mu, akan jadi masalah besar untuk ku. Aku memang bukan penganut Islam yang taat, tapi aku cukup mengerti dan mempercayai bahwa Allah adalah Tuhanku, dan kau pun percaya bahwa Yesus adalah Tuhanmu. Dan tak mungkin untuk ku menyuruhmu mengkhianati agamamu, sedangkan aku tak mau sedikit pun berpikir untuk mengkhianati agamaku.

Hal ini membawa kita memutuskan untuk saling menjarak dan bersiap menciptakan ruangan lain untuk orang lain. Kita merasa sanggup.Yaah,setidak aku merasa sanggup.Walau pada kenyataan, tahukah kamu bahwa setiap kali kamu bercerita tentang gadis gadis yang mendekatimu aku hanya bisa diam dan menanggapinya dengan tawa yang dipaksa. Tahukah kamu bahwa setiap teman yang kau "sodorkan" padaku hanya akan membuat tekuk di wajahku semakin kencang?. Tapi mau apa lagi..Memang inilah yang terjadi.

Disini kita terjatuh. Kali ini trotoar kita terlalu berbeda, sangat berbeda hingga rasanya tak mungkin kugambarkan zebra cross atau kubangun jembatan diatas untuk menyebranginya. Saat ini yang dapat kulakukan adalah meninggalkanmu. Aku muak dengan kataan "mencoba", jika pada akhirnya akan berakhir buntu.So this is it.

This is me who gave up on our situation. This is me who enjoyed every little detail about you.This is me who's gonna always thank you for your kindness, your lack of sensitivity, your stubborn-pain-in-the-ass self, your sweet acted-which-you-think-never-quite-romantic-but-it is-to-me. Anyway,did you know about all those things? Did you know how happy I am doing this moment with you?
I can not imagine one day we must part not because we no longer love. Just like to know the day when you will die, while you can not do anything but wait for the time it arrives.I also know we have been trying hard to figure out how to keep it together. But how hard we try, there will be times when we would leave each other and letting go. There's no a single minute I've been through with regretted being with you.


Thank you for loving me.

Yours.