Jul 17, 2010

Its Nolan!!Its Dicaprio!!!Its Levitt!!

#Sama seperti Leonardo DiCaprio, yang menyatakan film ini sulit untuk dijelaskan, menurut saya "Inception" adalah salah satu film yang susah banget untuk diceritakan kembali. Alur ceritanya kompleks dan berlapis, tapi bukan berarti tidak menyenangkan, "Inception" bahkan menegangkan!Leo sendiri mengaku tidak mengerti naskah yang ditulis oleh Christopher Nolan ini dalam sekali baca. Sulitnya film ini bagi saya hampir mirip dengan sulitnya menceritakan kembali film ”Synecdoche, New York” karya Charlie Kaufman. Walaupun begitu ”Inception” terasa lebih komplit karena bukan cuma menyuguhkan drama, tapi juga action, thriller, misteri, dan sci-fi.

Yang jelas, setelah nonton ”Inception” buat saya hanya ada satu kata yang terlintas di kepala: edan!

#Ide Nolan sebenarnya mungkin sederhana, bahwa ide itu bisa menyebar seperti virus, bahwa ide itu sebenarnya bisa dicuri dan ditanamkan, bahwa kita semua bisa berbagi mimpi dan masuk ke dalam mimpi seseorang, bahwa sebenarnya kita lebih sadar di alam bawah sadar dibandingkan di alam nyata, dan seterusnya.Tapi yang membuatnya luar biasa adalah penggarapan ide-ide itu dalam sebuah cerita dan juga visualisasinya. Bagaimana dunia mimpi di konstruksi, bagaimana waktu berlalu di dunia mimpi, bagaimana di dalam mimpi kita masih juga bisa bermimpi.Sehingga hasil dari gabungan itu semua membuat Nolan dapat menyuguhkan sebuah pertanyaan yang cukup klasik: 'What is real?'. Apakah yang nyata itu? Sebuah tema yang diakui Nolan dipengaruhi film-film seperti ”The Matrix” dan ”The Thirteenth Floor”.Bukankah akan lebih menyenangkan untuk hidup dalam mimpi dan membuat kenyataan kita sendiri disana? Daripada hidup dalam dunia nyata dan berusaha mewujudkan mimpi kita? Dan anehnya lagi, pengalaman yang kita alami dalam dunia mimpi justru suka terasa lebih nyata.

Itu adalah sebuah pilihan yang sangat sulit dan berat untuk diambil dalam ”Inception”, sesuatu yang harus kita tentukan sendiri jawabannya di akhir cerita.

#Yang luar biasa lagi dalam film ini, tentunya, adalah para pemainnya. Nolan menyatakan Leonardo DiCaprio adalah satu-satunya orang yang terbayang untuk memerankan tokoh utama dalam ”Inception”, dan saya sangat mengamininya. Dimulai dari ”Romeo+Juliet”, ”Titanic” sampai ”Blood Diamond”, ”The Departed” dan ”Revolutionary Road” siapa lagi yang bisa menganggap remeh aktingnya?Selain itu ada juga Joseph Gordon-Levitt, yang sebelumnya mencuri perhatian lewat ”500 Days of Summer”, disini dia tampil semakin matang. Terus ada juga Ken Watanabe yang aktingnya masih berkesan bagi saya dari film ”The Last Samurai”. Lalu Cillian Murphy, siapa yang bisa melupakan perannya dalam film ”The Wind That Shakes The Barley”, ”Red Eye” atau mungkin ”28 Days Later”?Kemudian ada Tom Hardy, yang terakhir cukup mencengangkan tampil sebagai pemeran utama dalam film ”Bronson”. Michael Caine, yang seringkali muncul tidak terlalu banyak tapi terasa penting, melengkapi juga film ini.Dan terakhir, Ellen Page, yang memukau lewat ”Juno”, tampil cemerlang beradu akting dengan yang lain. Termasuk juga dengan Marion Cotillard yang sebelumnya fenomenal lewat ”La Vie En Rose” atau ”A Very Long Enggagement” atau ”Taxi” juga yang kedua dan ketiganya, atau lewat yang teranyar ”Nine” dan ”Public Enemies” atau....

Maaf, saya terlalu bersemangat. Saya sangat suka sekali dengan deretan cast pilihan Nolan dalam film ini :)


#Film-film garapan Nolan bagi saya selalu saja berkesan, dan ”Inception” semakin mengukuhkan kepiawaiannya. Sebuah film yang patut dirayakan, baik dari segi cerita, visualisasi, cast, score, bahkan premirnya yang serentak di seluruh dunia termasuk Indonesia (tanggal 16 Juli kemarin), dan seterusnya. Tapi yang harus kita ingat film ini bagi Nolan mungkin hanya baru sebuah 'inception', baru sebuah permulaan.

walaupun,saya agak bingung bagian endingnya (just like Shutter Island), dan tiap orang punya versi ending yg berbeda beda..tapi yaaa enjoy aja :)


Best scene ever: the fight in the hall-way. Arthur like floating in some kind of anti-gravity world. Awesome. How in the world did they do that?