Aug 8, 2014

Book review : Sabtu Bersama Bapak

Sudah lama sekali rasanya saya ga membaca buku sampai habis. Kalaupun membaca habis, biasanya dengan durasi berhari-hari bahkan hingga 2-3 minggu, bisa 2-3 hari kalo bukunya memang super bagus. Beberapa hari yang lalu saya sempatkan membaca buku yang saya pinjam dari seorang teman, judulnya..



Melihat dari judulnya, awalnya saya pikir ini adalah buku yang isinya tentang keluarga yg hanya dapat dipahami oleh yg sudah berkeluarga, tentang memori memori kenangan bersama sang ayah, mellow, sendu dan bla bla blaa.. namun ternyata saya salah. Its waaay more than that.

"ia percaya bahwa manusia ditempatkan di dunia utuk membuat dunia lebih baik untuk sebagian orang lain. Jika pun seseorang berguna bagi 1-2 orang, orang itu sudah membuat dunia ini jadi tempat yang lebih baik. "

Untuk resensi ceritanya sendiri, Sabtu Bersama Bapak bercerita tentang Satya, Cakra dan Bu Itje, ibu mereka yang harus menjalani hidup setelah kepergian sang Bapak, Gunawan Garnida (namanya mengingatkan dengan tokoh utama GMC, Geladi Garnida) yang meninggal ketika Satya dan Cakra masih kecil. Namun kepergian sang Bapak tidak hanya meninggalkan nafkah lahir untuk keberlangsungan hidup, namun juga sebuah sebuah bekal dalam menjalani hidup untuk Satya dan Cakra.Bekal itu berupa video dari cerita Sang Bapak sambil menyelipkan pesan-pesan kehidupan sebagai panduan dalam menjalanii hidup untuk kedua anaknya. Setelah kepergian Sang Bapak, setiap sabtu mereka menonton video-video tersebut.Kehidupan Satya, Cakra, Bu Itje dan bekal dari Bapak itulah yang menjadi plot cerita utama dalam buku ini.

“Meminta maaf ketika salah adalah wujud dari banyak hal. Wujud dari sadar bahwa seseorang cukup mawas diri bahwa dia salah. Wujud dari kemenagan dia melawan arogansi. Wujud dari penghargaan dia kepada orang yang dimintakan maaf.”

Ide awal untuk menulis buku ini pun sederhana. Sesederhana pendapat bahwa tidak semua orangtua diberikan rizki umur panjang. Apa yg ada di benak seorang ayah di detik terakhir sebelum dia berpulang.Detik terakhir dia melepas nyawa.Bahwa dia tidak sempat bercerita bagaimana menjadi orang baik, Values apa saja yang ia ingin ajarkan. Tidak semua orang tua sempat untuk berbagi semua itu.
Penuh dengan pesan-pesan hidup yang penuh arti, dari mulai hal sederhana seperti cara mendekati wanita sampai hal kompleks seperti bagaimana mendidik anak.  Novel ini komplit. Novel ini untuk dibaca semua orang.

Untuk kamu, seorang anak yang ingin belajar berbakti kepada orang tuanya.

Untuk kamu, para remaja yang ingin belajar mendekati wanita.

Untuk kamu, yang ingin mencari pasangan hidup.

Untuk kamu, pasangan baru yang baru belajar menjadi suami istri.

Untuk kamu, suami yang ingin membahagiakan istri, dan istri yang ingin membahagiakan suami.

Untuk kamu, orang tua yang ingin belajar bagaimana membesarkan anak.

Untuk kamu, pecinta novel komedi ataupun novel romance.


“Harga diri kita tidak datang dari barang yang kita pakai.”

Jul 1, 2014

1435 H



Sembunyikanlah ibadahmu, 
sebagaimana engkau menyembunyikan dosamu :)



selamat berpuasa

Apr 24, 2014

+


Berhenti dan cobalah memahami bedanya berpikiran positif dan mempositifkan pikiran.

Apr 4, 2014

kisah si Bromo


Sudah lama sekali saya pesaran sama si Bromo ini. Selalu adaa saja yang menghalangi untuk nge-trip kesana. Entah itu jadwal, budget bahkan untuk sekedar masalah "sama siapa". Hey, I don't mind travelling alone as long as itu big city atau city tour..Kalo untuk trip ke alam kayak gunung atau pantai, I rather have someone to go with. Ya anggaplah untuk alasan keamana. Anyway, di awal tahun 2014 ini emang saya udah niat banget kalo 2014 ini harus ke Bromo. HARUS. Udah cukup rasanya green with envy gara gara ngeliatin Instagramnya si Robiat Fahlevi, dibumbuin lagi oleh kedua teman saya yang berangkat ke Bromo akhir taun lalu namun saya tidak bisa ikut karena harus ikut pendidikan 2 bulan di Bandung. Well, I am a person who can easily envy or move just by a picture. 

Sampai akhirnya saya mengenal Widya, teman semasa pendidikan yang akhirnya tinggal di lantai 2 kost- kostan saya, yang ternyata asli Malang. Dari dia akhir nya bercerita -cerita tentang bagaimana dia yang hanya berjarak 2 jam dari Bromo namun belum pernah ke Bromo, hei..ternyata dia anaknya suka nge-bolang juga.Yay! Akhirnya terciptalah wacana untuk ke Bromo di long weekend akhir Maret ini. As always, saya lalu melempar wacana ini ke teman teman seperguruan di Batujajar (tempat pendidikan itu).Awalnya cukup banyak yang "yuk yuk", tapi seperti biasa yang namanya wacana ya akan selalu hanya sampai sebatas "yuk" aja. Namun saya dan widya sepertinya satu visi, Bromo harus diberangkatin. Kebetulan long weekend, si Widya juga sekalian niat pulang kerumahnya di Malang.

Tiket udah ditangan. Pulang - Pergi naik pesawat ke Surabaya, karena tiket kereta habis bis bis, eh tiba tiba terdengar berita bahwa Merapi "batuk" dan Bromo menjadi status waspada. Kegalauan ya mau tidak mau jadi hinggap. Beberapa teman keukeuh melarang dan menyarankan untuk menunda saja, tapi tekad saya dan widya sudah poll banget mau berangkat, selain itu juga tiket PP JKT-SBY di long weekend kan ga murah hehehe.. 

So here we go!






  Jam 11 malam,kami berangkat dari Surabaya menuju Bromo.Nantinya sudah ada jeep yang menunggu kami untuk diantar ke Pananjakan. Katanya, kalo mau liat sunrise, mendingan liatnya dari Pananjakan 1 atau Pananjakan 2. Berhubung nego dengan si pengemudi Jeep agak alot, karena Jeep sudah mulai habis dengan banyak pengunjung yang datang, akhirnya kami memutuskan untuk diantar sampai Pananjakan 2 saja. Yang ada di bayangan saya adalah  turun dari Jeep dan langsung cari spot untuk menikmati sunrise sambil makan pop mie. Ternyata kami hanya diantar sampai kaki Pananjakan saja dan haru berjalan lagi keatas. Mendaki jalanan memutar dengan ratusan anak tangga yang semakin keatas semakin terjal, pukul 3 pagi  dengan suhu yang luar biasa dingin dan perut lapar rasanya memang bukan ide yang sensasional. Setelah mendaki kira kira satu jam,sakhirnya kami sampai di Pananjakan 2. Sudah cukup ramai dan kami langsung mengambil spot lebih tinggi dengan naik ke atas atap pos penjaga yang landai. Dengan sabar menunggu detik detik munculnya si matahari ditemani pop mie dan suhu udara yang super dingin. I cant even move my hand. Ternyata memang penting untuk membawa sarung tangan ke daerah ini. Tangan rasanya beku!(catat!).

Akhirnya kira kira pukul setengah 6 si matahari mulai muncul. Melihat kabut embun yang perlahan mulai turun dan menampilkan pohon pohon dibawahnya, rasa magis sekali. Menatap gunung Bromo yang diselimuti awan awan bagai gumpalan kapas , rasanya magis sekali. 

Saya sesaat terpana dan tak henti henti berucap... "luar biasa bgt ciptaan Allah"





DINI AKBARI NAILED BROMO!! 

woohooo!

Feb 24, 2014

end of 2nd



  • can't wait for final episode of HIMYM yet not ready for it to come to an end :(
  • less-sleep
  • losing weight since the military training couple months ago, and now tryin' super hard to keep it.
  • finally able to close the CC's. But now craving for another one. Hey, its important :))
  • hot news: Dandy ,Utun, Pijul and Edit...are getting married this year!!
  • not watching Glee anymore
  • Moving to a new rent-room next to the office. Larger, closer to work place, more comfy,.....more expensive. #d'oh!
  • didn't really have time to enjoy my free time. I rather sleep.
  • I miss watching running man, big bang theory, new girl, and grey's anatomy. How are they?
  • 5 minutes walking to the nearest cinema. Wohoo!!
  • slowly come put from my comfort zone
  • all I can think is trip trip trip and another trips!
  • Malang at the end of March. Hope that Bromo is in good condition so i'm able to FINALLY goin'.
  • Lovin' Ed Sheeran and Swift's song : Everything Has Changed || Avicii : Wake Me Up
  • having fun at work.

FAQ

ASKED: BAGAIMANA CARANYA MELEPAS SESEORANG YANG PERNAH SANGAT DISAYANGI? SEDANGKAN DIA SEKARANG SUDAH BAHAGIA BERSAMA YANG LAIN?
APA INI PERTANYAAN SERIUS, YAITU KAMU BERTANYA TENTANG BAGAIMANA CARA MELEPAS SESEORANG YANG SUDAH BAHAGIA BERSAMA YANG LAIN? SAYANGKU, KAMU TIDAK PERLU MELEPASNYA, SEBAB IA SUDAH LEBIH DULU MELEPASMU. TERIMALAH..

Feb 15, 2014


Don’t hang out with people who don’t love you. Don’t try to impress people who aren’t worth it. Don’t try to win people over who aren’t worth it. Focus on yourself, and focus on the people who are really awesome and who love you. Don’t hang out with people who make you feel like shit. Don’t spend your energy on them. There is so much pressure to be part of the right thing: well, you should create the right thing. If you don’t see it, create it. If you don’t see what you want, be the change you want to see.
— Beth Ditto  
People say to you, ‘you’ve changed’, or something like that, well, I hope, for the sake of God that you have changed, because I don’t want to be the same person all my life. I want to be growing, I want to be expanding. I want to be changing. Because animate things change, inanimate things don’t change. Dead things don’t change. And the heart should be alive, it should be changing, it should be moving, it should be growing, its knowledge should be expanding.
— Shaykh Hamza Yusuf 


entah kenapa hal ini selalu jadi issue di otak saya 6 bulan terakhir ini. Awalnya ini melintas karena seorang sahabat yg slalu bring this up in every conversation we had..Ternyata hal yang ia anggap hanya sebagai jokes sederhana bisa menjadi sesuatu yg luar biasa untuk saya. Turns out its true what people said about - you have no idea how a small piece of words you said can be a big damage to someone else-.

siapa yang datang dan tidak pergi..

That's a strong words. Selama saya berusaha untuk tidak pergi, selama itulah saya merasa mereka perlahan meninggalkan..Bukan karena suatu hal,namun perlahan lenyap begitu saja. Komunikasi intens, obrolan hangat, sapaan kecil sekedar bertukar kabar.. Apa yg sebenarnya terjadi? Berjuta juta asumsi asumsi bodoh menari nari dikepala..Well, the overthinking me take part on this situation. And she win.
I really don't care but care. I don't really wanna think about this but I cant helped it. Dulu saya slalu berpikir, why we should leave our comfort zone? Why dont we make another comfort zone and keep both occupied?. 

or..
Do I really have to leave that comfort zone?