Oct 17, 2018
deleted.
Baru saja menghapus 2 postingan terkait negative thoughts.. I don't need it to follow me here.
First love?
If someone sking you about your first love, let's say they asked "who is your first love?". What will be your answer?
Pacar? Orang tua? Laki lo sekarang? atau siapa?
Tadi malam saya menemukan satu kutipan menarik di internet, bunyinya
"Your first love is should be yourself"
Menarik saya untuk bepikir, bener juga ya. Kita memang harus mencintai diri sendiri dulu sebelum kita mulai mencoba untuk memberi cinta pada orang lain, bahkan orang tua sekalipun, masuk akal.
Despite of trying to figure out apa kekurangan saya, kali ini saya mencoba untuk melihat - melihat apa yang saya suka dari diri saya. So, I end up with this list.
. I like to clean up. Saya suka ketika sesuatu terlihat bersih dan rapi,
. I can do the housework by myself. Saya bisa ganti bohlam sendiri, ngangkat aqua galon sendiri, almost anything. Almost loh yaaaa
. Pemaaf. Saya cukup mudah memaafkan orang, dan kadang malah udah lupa tentang apa yang diributkan
. Love and hate relationship sama si rambut yang tebal.
. Alis tebal maluv..Jadi g ribet sulam sulaman
. Lumayan creative untuk bidang kerjaan saat ini
. A super good listener
. Eyebrow and hair
. easy to pleased
. Know what I want
.
hope this list still goin' on and I can edit it whenever I want.
. easy to pleased
. Know what I want
.
hope this list still goin' on and I can edit it whenever I want.
Oct 10, 2017
Feb 23, 2017
Cerita si (akhirnya) Sarjana
Ya, akhirnya saya Sarjana juga.
Setelah berjuang selama kurang lebih 1,5 tahun di kampus Mercu Buana, akhirnya i'm done.
Less drama? Of course...not! Drama banget!
Dengan niat teguh ga mau ada bayar bayaran semesteran lagi, akhirnya saya bertekad kalo all about skripshit ini harus kelar di Februari dan saya setidaknya sudah sidang di Februari, jadi Maret ga bayar SPP lagi. Jadilah saya geber semua, bab 4 bab 5 langsung dikelarin. Load kantor yang memang cukup tinggi -apalagi awal taun gini cuy- juga sebenarnya jadi distraksi luarbiasa. Ga jarang malah kerjaan yang ga kepegang, molor dari deadline, disindir sindir gara gara ga optimal pengerjaannya, semua demi si bab akhir skripsi saya selesai. Kerja sampai jam 5 sore, sisanya saya lembur dikantor untuk fokus ngerjain skripsi, pun sabtu minggu saya cari cafe yang lumayan sepi, biar bisa fokus beresin. Alhamdulillah, satu minggu full akhirnya skripsi saya selesai.
Tantangan berikutnya adalah : BIMBINGAN!
Kenapa menjadi tantangan? Sebenarnya dosen pembimbing saya, pak Marwan, bisa dibilang adalah dospem paling enak diantara yang lain. Komunikatif kalo di kontak via whatsapp, bimbingannya sat set, dan punya mindset kalo mahasiswanya harus cepat lulus. Masalahnya adalah, dia cuma bisa ditemui di kampus MERUYA! Well,untuk ke Meruya itu artinya saya harus izin setengah hari, dan ngabisin uang sekitar 100rb untuk pulang pergi dari kuningan ke meruya. Untungnya, setelah saya perlihatkan skripsi saya untuk di kroscek, beliau hanya memperbaiki sedikit lalu saya disuruh kembali lagi minggu depan dengan revisian dan segala kelengkapan untuk pendaftaran sidang. Seminggu berlalu, dan setelah diribetkan dengan segala kelengkapan administrasi untuk pendaftaran (sangking ribetnya, saya sampai ambil cuti untuk daftar sidang, oh birokrasi!), akhirnya saya sidang di tanggal 13 Februari!
Pada hari H, saya sudah ready dengan kebaya dan batik hitam untuk sidang. Ketua Sidang dan penguji saya terkenal cukup killer. Yaitu ketua program studi dan ketua bidang studi, eh ternyata malah g ada yang hadir, termasuk dospem saya, zonk! Akhirnya digantikan oleh dosen lain, jadi the show must go on. Ga lucu donk kalo udah dress up kebaya, udah deg-deg-an eh ditunda sidangnya. Singkat cerita akhirnya setelah menunggu sejam, sidang sejam, tunggu hasil sejam, saya dinyatakan lulus dengan predikat cum laude! Alhamdulillah....
Selanjutnya tinggal revisi yang ternyata juga bikin saya bolak balik ke kampus Meruya sampai 3 hari berturut - turut demi ngejar tanda-tangan dan tetek bengek administrasi lainnya. Mana tanggal tua pula, untung uber bisa dibayar pake gesek-gesek. Selesai, tinggal daftar wisuda aja di akhir Maret nanti. Ntar aja itulah, break dulu dari Meruya (walau kangen juga sama lidi-lidian pedes di warung depannya).
Anyway, selesai sudah satu lagi hutang saya ke diri sendiri. Cukup berat memang ternyata kalau bekerja sambil kuliah. Berat di waktu, berat di duit, enak juga kayaknya kalau lanjut ke master tapi pake beasiswa. Amiin aja dulu deh..
Misi saya selanjutnya adalah bantuin temen temen untuk bisa kelar cepet trus bisa wisuda bareng- bareng. Yuk yuk di gaspol!
Jan 17, 2017
Textiles
Seandainya oh seandainya...
Hey, a dream can make a list of things to dream of, rite?
Kalau nanti pake acara lamaran - lamaran segala, saya ingin pakai kebaca encim simple warna pink salem atau putih aja. Beli di Thamrin City yang harganya 300rb aja.. Ga usah heboh mahal - mahal..Tapi kalau boleh bawahan kainnya pake Textiles batik-nya si Sejauh yang cakep banged ini
Kalo ga ada acara lamar-lamaran, buat seserahan jga gapapa..
iya ngarep iya..
Oct 27, 2016
life lately
- I'm on my last semester woohoo!! There's still 3 classes to attend every Saturday, but no more Online Class! and dealing with my Final Paper. Due? December!
- I have a super crazy group of class mate. They're cheer up my every Saturday. Sedih juga bayangin kalau kebersamaan menghabiskan malam minggu di kampus tinggal hitungan jari.
- Watching new series and fall in love with it. Judulnya This is Us.
- Enjoying 2 Broke Girls. Yeah I know it's late.
- Need a new laptop. Tapi ga punya uang cukup :(
- Still recovery from drama mellow mellowan nikahan Kiki.
- Not communicate really well with Kiki like we used to be. Kinda awkward. Makin baper deh guwee..
- Not really enjoying my teamwork's current situation, I think it's suck!
- Looking forward to November! Nonton Kodeline, Jogja trip, dan Sigur Ros di Fort Canning - SG!
- Boyfriend situation? Dilema. Masuk ke fase dimana I keep questioning is he the one? Am I ready to spent the rest of my life with him? Am I being totally honest with him or even myself?
- Excited to try on my new customize swimsuit this weekend.
- Mom is in town. How can I handle it? Any idea?
Your wish is granted!
Kita semua pasti punya keinginan. Kita semua pasti punya keinginan yang selalu disisipkan dalam setiap do'a yang kita sodorkan pada-Nya. Entah itu impian dalam percintaan, rejeki, peluang, keluarga atau apalah lagi yang lainnya.
Have you ever think "what if my dreams come true?" Siapkah kita jika keinginan itu terwujud?
Akhir - akhir ini saya cukup sering mendengar curhat - curhatan atau sekedar cerita - cerita tentang orang yang mengeluhkan keadaanya saat ini.
Teman saya, -sebutlah F- kini hamil. Kehamilan ini sudah dinantikan dan diidamkan cukup lama sekitar 7 tahun. Kini hampir tiap hari dia selalu telat, bolos tanpa kabar, dan mengeluhkan kondisi dan efek dari hamilnya.Well, mungkin hormonal.
Atasan teman saya, -sebutlah AY-,terpilih untuk menduduki jabatan yang cukup bergengsi di kantor saya. Jabatan yang tentu dia, bahkan semua orang mungkin impikan. Kini, hubungannya jadi renggang dengan tim-nya, hampir dimusuhi semua anggota bagiannya karena dianggap otoriter, hanpir setiap hari pulang larut, hampir setiap minggu dinas luar kota, hampir setiap saat curhat keluh kesah di Path, sudah jarang ketawa tiwi di kantor.
Terakhir, tetangga kosan yang juga temen kantor saya. 3 bulan terakhir ini dia kembali duduk di posisi teknis. Sebelumnya dia memang di posisi teknis, namun sempat di oper untuk pindah ke posisi sekretariatan selama hampir 1 tahun. Dia bilang, dia selalu sisipkan do'a agar bisa kembali ke posisi teknis. Kini, hampir 3 bulan sudah dia kembali di posisi yang ia do'a kan tsb, namun sering sekali mengontak saya untuk sekedar mengeluh capek, mengeluh kesal karena lembur, kesal karena tim kerjanya lelet, kesal karena jadi jarang ke mol, dan kesal kesal lainnya.
One day akhirnya saya nyeletuk, "Ini bukannya posisi yang kamu pengenin dari dulu ya? Kok udah dikabulin malah ngeluh?"
Dia diem aja sambil senyum senyum. Mungkin malu, mungkin bingung harus jawab apa.
Jadi, apakah kita bener bener sudah siap ketika impian kita dikabulkan?
Jangan lupa bersyukur :)
Oct 1, 2016
Demotifasi?
dua tahun dan 11 bulan.
Cukup membuat seorang Dini Akbari akhirnya ngalamin yang orang orang sebut "demotivasi kerja".
Terdengar cengeng, tapi memang ternyata ada beberapa hal yang bisa mempengaruhi seseorang sampe dia mengalami yang namanya males kerja..males ke kantor..males mikir kerjaan. Well, ya itu..kurang atau turun nya motivasi buat kerja, bahkan buat sekedar berangkat ke kantor.
Buat saya, faktor itu adalah tim.
Walaupun bukan low point of my work life, tapi saya cukup down dengan hal hal yang terjadi belakangan ini.
Tim kecil yang hanya ber anggotakan 5 orang aja, bikin baper-nya setengah mati. Komunikasinya ga ada, well at least with me.
Sepertinya saya hanya jadi pelengkap saja, kayak bawang goreng di sebungkus indomi goreng. Ga dipake pun gpp, ga bikin indomi jadi kurang enak juga kok.
Mandek.
Mentok.
Ga berkembang,
Get me outta here.
Aug 7, 2016
Pertemanan yang itu
Promised myself that this is gonna be my last post talking about this issue.
Berapa kali memang saya sering menceramahi diri sendiri dengan kalimat pasrah " ya udahlah..its time to moving on"
Tapi entah kenapa keegoisan itu masih cukup besar untuk sekedar pasrah. Walaupun memang keadaan ga akan mungkin bisa kembali seperti dulu lagi. Susah payah saya mencoba membongkar ingatan tentang apa yang sebenarnya terjadi, apa akar masalahnya, apa yang memulai hingga jadi seperti ini. tapi nihil, tetep ga ketemu..
Percakapan yang kadang muncul pun jadi terkesan basa basi dan fake abis. Dan saya ga suka. Jadi lebih baik saya stay silent aja dibanding harus basa basi. Suatu hubungan memang ga boleh dipaksakan, Ga boleh hanya satu pihak aja yang berjuang, harus sama sama. And i'm done. Sudah cukup rasanya berjuang untuk selalu memulai komunikasi, entah hanya sekedar menanyakan kabar, atau topik singkat lainnya. Mungkin memang saya bukan teman yang baik atau teman yang cocok.
Pada akhirnya, saya selalu berpegang pada "Some talk to you in their free time, and some free their time to talk to you". Cukup itu saja yang dijaga. Yaaah, walaupun kalau ngeliat update-an sosial media masih bete juga kadang kadang hahahaha sosial media emang penyakit :D
Maybe i'm not an easy person to be friends with :)
That's why I keep it simple from now on. Saya sudah cukup dewasa untuk bisa membedakan mana temen yang emang buat have fun ketawa tawa bareng doank, mana temen yang bisa diajak sharing pikiran, dan mana temen yang bisa diajak susah bareng.
Mark Twain said,
"The more you growing up, your circle of trust is getting smaller".
Jun 30, 2016
SG : It is love at first sight
Dengan sebuah perencanaan yang impulsif, akhirnya berangkat juga ke Singapore sama Mutya. Bener bener sebuah perjalanan yang impulsif, bergerak hanya dari kalimat "Un, bosen. Singapur yuk". Berbekal tiket PP 800rb, hotel 600rb, dan sangu 600 rb (include makan dan transport), berangkatlah kita. HORANGKAYAH!
This is my first, and I fallin, so hard for this city.
Negara ini sangat memanjakan pejalan kaki, super clean, no traffic, a lot of foreigner, and super clean. I need to write ,super clean, twice, cause it is! Walking around is the best way to appreciate quirky spots in Singapore. the country is small and nicely laid out. Navigating your way is conveniently effortless. plus, I feel spoiled to be pedestrian here.
In two days, we walked for almost 90.000 steps, thanks to Nike Apps for tellin' us. Naik taksi disini mahal, naik bus ga ngerti, jadi naik kereta api adalah satu satunya pilihan terbaik. Jarak antara satu peron ke peron yang lain pun lumayan sis..that's way we made it thousands steps.
Tiket pesawat ke SG jelas lebih murah daripada Jakarta kemana mana dalam negeri. Tapi living cost nya emang lumayan. I surely can imagine one day make living in this country.
Subscribe to:
Posts (Atom)


