Sep 8, 2015

up!



Untuk beberapa hal saya termasuk golongan orang yang agak malas, dan sedikit bosenan.
Bulan ini ada beberapa hal yang membuat saya harus jadi agent of change. Setidaknya untuk diri sendiri dulu.

Tentang kuliah

Akhirnya setelah bergerilya ngumpulin dokumen kelengkapan dan tentunya berdoa biar ga ada masalah lagi dengan Dikti, akhirnya minggu awal sept ini saya bertandang ke Mercubuana di Meruya. (one thing for sure, beneran jauh.), Agendanya adalah pembekalan mahasiswa baru. Disini saya deg deg an. Takut NIM nya ga ada yang artinya problem di Dikti masih nyangkut. Dengan kata lain ya saya gagal jadi mahasiswa tahun ini. Sampai sana suasana udah rame banget, karena gabung dengan semua mahasiswa baru, Ambil snack dan brosur jurusan, langsung ngecek papan pengumuman daftar mahasiswa.

Alhamdulillah.
Terpampang Shantika Embundini dengan NIM 4425110152!

Disini tantangannya. 6 mata kuliah. Bobotnya 18 sks.Jadwal kuliahnya setiap Sabtu jam stengah 10 pagi, sampai jam 10 malam. Jeda cuma 30 menit dari jam stengah 5 ke jam 5. I am no longer friend with Saturday! Semoga kelar 1,5 tahun, AMIEN!!

Tentang badan sendiri

Si tipes kembali di akhir Agustus kemarin. jadi dalam tahun ini saya tipes udah 2x dalam jeda 3 bulan. Sungguh ga enak. Mulai deh bebenah. makan dibenerin, gaya hidup dibenerin. Makan siang sekarang udah program katering sama beberapa teman, alasannya ya karena bersih dan no msg. Ampir tiap hari minum air kelapa muda no sugar untuk buang racun. And I try "one kiwi a day keep doctor away", nyontek dari tips nya Alodita. Makan ciki ciki an juga mulai jarang. Indomi? Ini yang berat. Sebisaaaa mungkin ga makan indomi, salah satu caranya ya jangan ada stock indomi di kosan. 

Membership di yogalates udah sebulan ini dianggurin. Biasanya bertandang di sabtu dan minggu. Sekarang karena sabtu udah kuliah, minggunya selalu pengen leyeh leyeh bangun siang. Niatin mau di weekday sebelum ngantor, tapi bangun awalnya males banget. Abis subuh jam 5 pasti tidur lagi dan bangun bangun udah jam stengah 8. langsung buru buru mandi ngantor. Akhirnya terbengkalai sudah iuran bulanan. September! I'm not a morning person. Jadi rasanya malas kalau harus bangun lebih pagi dan berangkat yoga. tapi akhir akhir ini efeknya kerasa, badan rasanya kaku banget dan tagihan kartu kredit ga enak diliat karena ada list Yogalates yang g pernah dipake. Ini yang harus dicoba. Tiap pagi bayangkan tagihan yang dibayarkan tanpa dapet hasilnya. Bikin kaya orang lain, kita nya susah.  Cara ini berhasil 2x. Semoga kedepannya semakin rajin biar terbiasa. Hop hop!


Agent of change untuk diri sendiri.

Saya siap (ingin) berubah!

Wish me luck!

Aug 22, 2015

tentang Harapan

Dua hari yang lalu serta pagi ini. Posting-an di halaman Path dari  tiga orang yang berbeda. Satu kesamaan subjek dari ketiganya, tentang Harapan.Begini bunyinya...


"Berapa lama kita harus menunggu?
Tergantung. Boleh sebentar, boleh selamanya. Hanya saja , gantungkan harapan tersebut bukan ke orangnya/sesuatu; gantungkan harapan tersebut kepadaYang Maha Menguasai hati. Tempat seluruh pengharapan akan kembali,Maka proses menunggunya boleh jadi berkah dan bermanfaat --pun kalau ujungnya tidak seperti yang kita inginkan di awal"

"Ketika hatimu terlalu berharap kepada seseorang maka Allah timpakan ke atas kamu pedihnya sebuah pengharapan, supaya kamu mengetahui bahwa Allah sangat mencemburui hati yang berharap selain Dia. Maka Allah menghalangimu dari perkara tersebut agar kamu kembali berharap kepada-Nya"


*slap slap*

Bulan ini buat saya memang menjadi bulan mengeluh. Mau lanjut kuliah, sedikit terhalang persyaratan, saya langsung mengeluh dan hilang semangat. Ide sendiri diakuin jadi ide orang lain, langsung ngeluh. Administrasi legalisir di kampus lelet banget, ngeluh. Berharap semuanya berjalan selancar dan sesimple yang saya inginkan. Ternyata disitu kayaknya saya disentil Yang punya kuasa. Harusnya saya serahkan semua pada Dia. Kalau memang jalannya untuk kuliah tahun ini, pasti akan terjadi. Amiin.

Tentang harapan. 
Saya akui, saya memang berharap banyak pada seseorang. Seseorang yang bahkan selalu menasehati saya untuk tidak menaruh harapan pada orang,karena saya akan kecewa. Tapi tetap saja saya berharap pada dia. Ternyata (sepertinya) Tuhan cemburu. Dalam doa setiap solat memang saya selalu berdoa untuk dia. Seharusnya saya berdoa untuk yang terbaik menurutNya. Saya harus berharap pada yang maha pengabul harapan.


Jul 12, 2015

Payung Teduh - Berdua Saja




Ada yang tak sempat tergambarkan oleh kataKetika kita berduaHanya aku yang bisa bertanyaMungkinkah kau tahu jawabnya
Malam jadi saksinyaKita berdua diantara kataYang tak terucapBerharap waktu membawa keberanianUntuk datang membawa jawaban
Mungkinkah kita ada kesempatanUcapkan janji takkan berpisah selamanya..





( My favorite from Payung Teduh. Well sebenernya lagu lagunya Payung Teduh ga ada yang failed. I Love them all. Tapi lagu yang ini dan Resah, yang paling sering on repeat, Kalu masih jamannya kaset, mungkin pita nya sudah penuh dengan selotip karena keseringan di rewind. )




tentang mengabarkan dan dikabarin

This is my current issue this week.  Ngabarin dan dikabarin.

Berawal dari obrolan iseng di sebuah tempat makan pizza dibilangan Rasuna sana tentang bagaimana teman teman laki laki saya mengeluh tentang perempuan yang sering bawel nanyain kabar, dan sering marah kalo ga dikabarin. They said "ribet banget, udah makan belum, lagi apa, lagi dimana, kok ga ada kabarnya?". Saya hanya tertawa. Well, its common thing kayaknya untuk perempuan yang selalu ingin tahu kabar orang yang dia sayang sedang dimana dan sedang apa. Lalu saya bilang, "ya ga semua cewe serempong itu, but yes mereka butuh kabar". and then dibales " Ya cewe pake perasaan sih, kalo cowo tu pake logika"

Saya rasa ini bukan masalah pake logika atau pake perasaan, well maybe ada sih unsur itu sedikit yang membuat cewe lebih bawel. Menurut saya, ketika kita sudah berkomitmen untuk menjalin hubungan lebih dari teman dengan pasangan , kita berkomitmen untuk peduli dan sayang. Faktanya begini, sesibuk apapun seorang perempuan, dia pasti (mostly) akan kasih kabar dulu such as " bentar ya aku lagi sibuk banget". Sedangkan cowo, mostly akan ngilang dan diakhir hari baru akan bilang "Maaf tadi aku sibuk banget seharian". See the different? 

Egoisnya saya sebagai perempuan, saya ingin selalu dikabarin. Tanpa saya harus nanya duluan. Sedangkan pasangan saya, tipikal yang "tunggu aja nanti juga dikabarin". Anehnya hal itu bikin saya akhirnya gengsi buat nanya kabar dia duluan. Ga baik untuk gengsi ke pasangan sendiri, yea I know that. Saya suka kadang sebal, karena sesaat seperti tidak menjadi prioritas untuk dia. Saya selalu berpikir , apa salahnya sih kabarin dulu kalo bakal sibuk, disitu saya pasti akan mengerti. Dan ga jarang kami ribut gara gara hal ini. Kalau dipikir pikir memang lucu. masalah sesederhana KABAR saja bisa bikin pusing. 

Well, jalan tengah yang akhirnya kami ambil adalah : Tanya.








Jul 10, 2015

these day


  • Feel like want to eat sushi everyday!
  • Can't stop humming The Script - Man on Wire
  • 3 more weeks to payment day, and already broke!
  • broke and still have two "buka bersama" plans
  • fighting with more acne because incorrect use of olive oil
  • did I say broke already?
  • In doubt to cut my hair's short bob again 
  •  
  • miss my man too much!
  • miss the conversation over gaming and eating.
  • miss the ride. 
  • I never thought I could miss someone beside my family this much.
  • I miss him. I never thought it could made me cry almost every night.
  •  
  • Think about going home for Iedul Fitri make me happy. 
  • Hope that I could continuing Dhuha pray everyday after Ied.
  • plan to do 40 days non-stop Tahajud pray. Amien!
    
    

May 13, 2015

cerita si Tebing Keraton

Memang si Tebing Keraton menjelma menjadi one of instagramable place di Bandung udah sekitar 2 tahun yang lalu, tapi baruuuu sekarang bisa mendarat kesini. Alasannya banyak, cari waktu susah, ga ada duit, long weekend pasti rame dan apalah apalah. Padahal mah emang males aja kalo rame banget, takut dibilang hipster (padahal alesannya karena ga bisa foto dengan leluasa ). Jadilah, dengan berbekal voucher 101 Dago Hotel dari dek Mutya dan selembar kertas izin cuti, kita berangkat ke Bandung!



Dengan 2 motor, Sabtu sekitar jam 6 kita udah jalan menyusuri Dago menuju Taman Hutan Juanda yang jadi patokan ke Tebing Keraton. Sempet nyasar gara gara WaZe ngasih jalan ngaco yang udah g bisa diakses lagi. Menuju Tebing Keraton ;
  1. Dari McD Simpang Dago lurus terus ke arah Sheraton sampai melewati Dago Tea House dan Terminal Dago.
  2. Tidak jauh dari Terminal Dago, ada jalan bercabang. Yang ke kiri menuju Dago Giri, yang ke kanan ke arah Bukit Dago Pakar. AMBIL YANG KANAN.
  3. Dari sana beberapa ratus meter ada cabang lagi. Yang kiri ke Dago Bengkok. Yang kanan masih ke arah Bukit Dago Pakar. AMBIL YANG KANAN.
  4. Beberapa ratus meter dari sana, dekat Indomaret di sisi kiri jalan, ada belokan ke kiri ke arah Tahura (Taman Hutan Raya) Ir. H. Juanda. BELOK KIRI. Kalau lurus terus nanti bablas ke daerah cafe-cafe seperti belokan ke Sierra, dan Stone Cafe.
  5. Jalanan menanjak beberapa ratus meter, di sebelah kiri ada gerbang masuk dan tempat parkir luas untuk Tahura, masih lurus terus.
  6. Tidak jauh dari sana ada jalan bercabang di dekat warung. Jalanan ke kanan ada tulisan Bukit Pakar Utara. BELOK KANAN.
  7. Dari sini jalanan makin menanjak dan kondisinya rusak sekali. Aspalnya sudah banyak yang habis sehingga permukaannya berbatu-batu. Jalanan akan melewati hutan di sisi kiri. Terus sampai ada cabang. AMBIL YANG KIRI. Di sana ada papan sementara yang bertuliskan ‘Tebing Keraton’ serta anak panah ke kiri.
  8. Di sini juga jalanannya rusak. Buat yang suka bersepeda mungkin tahu yang namanya Warung Bandrek, di sana banyak cyclist yang suka kumpul-kumpul. Sudah sampai? Oh… belum!
  9. Dari sana jalan terus, di kanan mulai tampak pemandangan bukit-bukit hijau serta rumah-rumah di lereng bukit. Tak berapa lama kemudian akan tampak pemukiman warga. Jalanan akan terlihat berbelok ke kanan, ikuti jalan terus sampai habis pemukiman warga.
  10. Tidak jauh dari sana ada belokan ke kiri yang agak curam. BELOK KIRI. Di belokan itu ada papan penunjuk sementara.
  11. Hanya sekitar 100 meter terakhir, jalanan sangat curam dan berbatu-batu. Tak lama kemudian ada warung di sebelah kanan dan di sisi kiri banyak deretan motor yang diparkir. Sudah sampai? Iya….motornya harus diparkir di sana. Terus Tebing Keraton-nya di mana?
  12. Sesudah parkir, jalan ke arah bukit di bawah. Tidak jauh koq, tidak sampai 5 menit (sekitar 100 meter) dan track-nya sama sekali tidak berat. Cuma jalan-jalan lucuk saja 
 SAMPE!!!



 Dari post parkiran mobil sebenarnya masih agak naik lagi ke atas, tapi disana kita nyerah. Motornya ga kuat, jalan nya terlalu terjal, berbatu dan licin. Banyak yang memilih lanjut dengan jalan kaki keatas.But, no thankyou karena emang anaknya malesan, mau ga mau kita sewa ojek PP 40rb. Ternyata udah ada yang kemping dari jam 2 pagi disana demi menangkap matahari terbit. Memang sebaiknya berangkat sebelum jam 7. Karena udaranya masih enak dan sinar mataharinya bagus buat difoto. kalau udah diatas jam9 ya siap siap mengernyit karena silau dan kepanasan. Tebing Keraton? Checked!






Apr 15, 2015

GILI


I'm not gonna tell you how Gili is, you need to  find it yourself. Every person had a different opinion on Gili. They said its too loud, heaven on earth, great place to switch off, better than Bali etc. I'm gonna let you find your own word to describe it. Consider it as a little push *wink.What I'm gonna tell you is how I found the best hotel (so far) in Gili.

Kira - kira satu bulan sebelum berangkat, tiket dengan harga yang affordable udah kepegang.Tinggal nginepnya nih dimana. Hasil survey mengatakan memang di Gili banyak club yang hingar bingar dan hidup sampai pagi. Its a big no for me. Akhirnya nyari yang agak agak ke utara.Ketemu lah satu penginapan yang namanya Le Pirate Beach Club.Dasar emang aku anaknya ga bisa disuguhin foto yang cakep dikit ya, jadi langsung jatuh cinta sama tempat ini. Booked for 2 nights!

Sampai di Lombok kira kira jam 8 pagi, langsung sarapan CFC aja di bandara karena mobil jemputan ga mau berhenti buat sarapan,dengan alasan kita ngejar kapal buat nyebrang ke Gili. Waktu tempuh dari bandara ke pelabuhan Bangsal sekitar 1,2 sampai 2 jam. Naik kapal tradisional (35rb saja) dan menyebrang ke Gili Trawangan kira kira 30menit. Sampai! 

Nah masalah kecil muncul disini, we have no idea dimana itu Le Pirate. Nanya ke salah satu penduduk, dia malah ikutan bingung. Akhirnya berbekal Waze ( the apps you shud have!), dan sok - sok an ga mau rental cidomo, yuk kita coba jalan kaki ngikutin arahannya waze. 30 menit jalan kaki, masuk masuk gang kecil, nemu rumah penduduk, dan kandang - kandang sapi, lapangan luas penuh pohon kelapa, masih belum keliatan tanda - tanda tu hotel. 30 menit kemudian baru deh keliatan tanda tanda cerah papan petunjuk hotel yang ada di dekat Le Pirate (Yes, bukan petunjuk le piratenya, tapi tetangganya *tears). Total jalan kaki 1 jam 15 menit dengan gembolan 9kg, akhirnya sampe di Le Pirate Beach Club Gili Trawangan!!!





  enjoying sunset from those chairs, I couldn't ask for more :)

 open air bathroom

I adore this hotel so much! Rate hotelnya sendiri ga terlalu mahal, kamar yang aku pilih rate-nya sekitar 800rb/night. Tiap kamar berbentuk rumah kecil, diterasnya ada tempat tidur gantung dan beberapa bantal kecil plus meja dan dua kursi, masuk kedalam memang ga terlalu besar, cukup untuk satu tempat tidur ukuran queen dan meja kecil di kiri kanan. Didalam ada pintu lagi menuju kamar mandi, its an open air bathroom dan luasnya sama seperti kamar. Di kamar ada 1 jar kaca berisi air mineral, bisa di refill di restoran. Konsep hotel ini memang eco friendly. Di tiap kamar hanya disediakan kipas angin (AC by request). Walau hotel ini lumayan jauh dari pusat kotanya, mereka punya board games yang cukup banyak, ada their own beach in front of their hotel, 1 kolam renang, 1 lagoon, ping pong table, lapangan voli, rental sepeda dan movie night (semacam layar tancap tapi di laut!!). 

Sayangnya, rate harga tadi ga termasuk breakfast. Dan memang ga tersedia sarapan. tapi kamu bisa order makan atau minum di restorannya. Since, si chef nya udah 5 taun belajar masak di perancis, mesen random di menu pun hasilnya enak semua!! Semua staff disini juga sangat sangat super helpful and they fluent in English. Cidomo dipesenin, water sport diaturin, dipinjemin Go pro, dikasih tau cerita cerita tentang Gili, wah pokoknya apa apa dibantuin deh.One happy guest!  



Dari Le Pirate ke pusat kota bisa naik sepeda sekitar 20 - 30 menit, jadi Le Pirate lumayan jauh dari hingar bingar jedak jeduk club malam. Kalau balik dari pusat kota jam 12 malem juga g perlu worry karena banyak lampu dan banyak pesepeda lainnya. 

Anyway, aku nginep di Le Pirate hanya 2 malam. Di malam ketiga kita nginep di pusat kota yang memudahkan nantinya untuk kita ngejar kapal buat kembali ke Bangsal. Jadi satu tempat nginep lagi yang rekomen di Gili Trawangan adalah : Black Penny Villas . Why? Simply because each room had their own private pool!!! Woohoo!!

Picture taken in front of Black Penny


Surely bakal balik lagi ke Lombok. Karena denger denger di Lombok timur banyak banget pantai yang bagus bagus. Salah satunya adalah Beloam!! Insya Allah ada rejeki buat taun baruan disana nanti, Amien!!



Tips : Kalau mau booked Le Pirate, mendingan email aja alamat email yang ada di web nya. Its better than booking dari Agoda atau yang lain. Same price dan bahkan kadang ada diskon yang cuma tersedia di official web nya aja.

Jan 29, 2015

W A N T E D


NEW BALANCE 996

Jan 4, 2015

Please welcome.....2015!!


Happy new year!! Wishing you all great year ahead!


Kita semua punya cerita di 2014. Cerita yang mungkin buat sebagian adalah cerita yang bikin senyum terus tap ingat itu. Ada juga yang mungkin udah ga mau nginget nginget lagi yang terjadi di 2014. Kita semua punya cerita baru. Punya kenangan baru. Di 2014 banyak teman ku yang menikah, lalu kemudian punya bakal keturunan yg nongol ga lama kemudian, ada juga beberapa teman saya yang kehilangan orang yg dia sayang, ada yang nemu banyak teman baru, nemu banyak tempat baru, kerjaan baru, pacar baru, hobi baru, perasaan baru....banyak sekali yg terjadi di 2014.Walau rasanya tahun itu cepat sekali berlalu... tau tau udah lebaran, tau tau udah natal, tau tau udah mau ganti tahun. 

Setiap tahun baru, pastinya setiap orang selalu punya harapan dan niat baru untuk menjadi semakin baik lagi dari taun sebelumnya. 2014's been good to me. Mimpi mimpi kecil di 2014 kemarin banyak yang sudah dijalani dengan baik dan tercapai, bahkan beberapa hal yang terjadi justru jauh lebih baik daripada dugaanku.  God us great! Walau rasanya "bloh" banget kalo tiap taun bikin resolusi, tapi tahun ini ada beberapa hal yang pengen banget aku improve. Misalnya ;

Believe in God
Aku percaya bahwa agama adalah urusan personal seseorang dengan Tuhannya. Karena itu sebisa mungkin aku ga pernah ikut rese dalam obrolan obrolan yang nyepet nyepet ke perbedaan agama. Sebisa mungkin juga aku g pernah nilai itu orang pernah solat atau gak, punya agama atau ga, percaya Tuhan atau ga. Its really really personal. Di 2015 ini aku pengen semakin mendekatkan diri padaNya. Aku ingin lebih berserah pada rencanaNya. bukan berarti pasrah,artinya aku akan melakukan sesuatu secara maksimal and let God do the rest. Di tahun 2014 kemarin aku sempat ngalamin beberapa hal yang bikin aku bertanya "ini Tuhan maksudnya apa ya?". Hal ini bikin aku ragu ragu dan selalu takut salah langkah. Tapi aku jadi semakin percaya bahwa mungkin rencanaku baik, tapi rencanaNya pasti lebih baik. Ya nda?

Sehat
Aku akhirnya sadar bahwa kesehatan itu adalah salah satu yg terpenting dalam hidup. A bit late ha? Ga peduli betapa kaya atau happy nya kita, kalo lagi ga sehat ya percuma. Di pertengahan 2014, aku udah mulai untuk mutusin sarapan sehat, tapi ya gitu. Ngoyo :( Kadang aku tetep aja makan gorengan as a breakfast. Malah kadang ga sarapan sama sekali,yang berujung makan siangnya kalap.Nurunin berat badan bukan jadi fokus utama ku. Aku pengen lebih mengkonsumsi banyak sayur, buah, minum air putih yang banyak, ngurangin minum teh kemasan, ngurangin gula, ngurangin makan gorengan, ngurangin makan junk food, ngurangin makan telor, ngurangin makan nasi, ngurangin garam. Hahahaha malah jadi banyak pantangan. Intinya sih aku ingin makan makanan yang lebih sehat. And do sport! Ah yang ini berat banget, tapi sekarang aku sering malu sendiri gara gara naik jembatan penyebrangan aja bisa ngos ngosan. Yuk olahraga!

Financial Wise
Alias HEMAT dan NABUNG! Aku sangat sangat super jelek dalam manajemen keuangan. Hal ini sudah disadari dari bertahun tahun yang lalu. 2014 kemarin alhamdulillahnya aku mengalami yang namanya kenaikan pendapatan yang cukup setara dengan kerjaan yang aku jalani. Napsu belanja ku juga ga seheboh dan segila waktu aku masih di kantor lama. Namun yang bikin aku bingung adalah, pendapatan cukup baik, napsu belanja kurang tapi kok ya masih ga bisa nabung? makanya mulai 2015 ini aku pengen banget udah mulai bisa ngatur keuanganku.Ngatur pengeluaran wajib, ngatur biaya seneng seneng dan membagi untuk porsi nabung.Tentunya harus tetep ada anggaran utnuk nge-trip hihi.Good luck Dinch!

Be a better person
Aku selalu ingat untuk ga nyusahin orang lain dengan cara mikirin sendiri langkah langkah yang akan aku ambil baik dalam kerja atau di personal life. Walau kadang secara ga sadar tindakan itu terkadang justru bikin orang lain susah karena ga bisa ngerti maunya kita gimana. Mereka kadang prefer untuk diajak diskusi bareng dan mutusin bersama. Hal yang ternyata simpel menurutku, belum tentu simpel juga menurut orang lain. Kurangin mengeluh, ga usah ikutan komen negatif di socmed yang belum kita tau faktanya, jangan bikin orang lain nunggu tanpa kejelasan dan lainnya. Aku ingin lebih jujur ke diriku sendiri, aku ingin lebih mengutarakan ide dan keinginanku dibanding disimpen sendiri.  Aku ingin lebih menghargai perasaanku dibanding menindas perasaan demi menjaga perasaan orang lain yang belum tentu menjaga perasaanku. Tahun 2014 kemarin aku lepas dari zona nyamanku. Pindah ke kosan yang lebih dekat dari kantor dan jauh dari teman teman yg selama ini jadi memang jadi comfort zone ku yang luar biasa (makan bareng,apa apa bareng,seneng seneng bareng). Which I thought would be scared as hell, but turns out I'm doing really good. I'm okay. Seseorang pernah berkata, you need to leave your comfort zone to find out who's stick with you and who's prefer to say goodbye. 




Happy new year!
May we all be better person and do greater things in year ahead!

Dec 29, 2014

Ketemu Momos dirumahnya

A: Kamu suka banget gajah tapi belum pernah ke Way Kambas? Kan deket...
Me : ....... (tulis di bucket list)


Perjalanan kali ini ke Way Kambas bukan perjalanan yang direncanakan jauh minggu dan dibudgetkan. Its obviously a "lets just go" trip. November sampai awal Desember kemarin saya disibukkan dengan segala macam persiapan Festival Antikorupsi di Jogja, sampe sampe ga ngeh kalo ternyata ada liburan long weekend di Desember ini. Jadilah begitu event di Jogja kelar dan udah diizinkan untuk bernapas sedikit lebih lega, mulai kepikiran mau kemana long weekend ini. Mumpung cuti belum bisa, jadi liburan ini harus dimanfaatin. Awalnya aku kepikiran untuk ga kemana mana, keliling Jakarta ajalah. Eh ternyata aku ditinggal mudik, jadi aja mulai makin galau, males mikirin weekend di Jakarta yang paling ujung ujungnya ngedon dikosan. So why don't we go to Way Kambas? Mulai nanya nanya siapa yang mau ikut, sampe floor-in budget dan penginapan, karena walaupun ada kakak disana, tidak enak rasanya kalau merepotkan menginap. Setelah blah bloh dan bermacam obroloan, akhirnya bersama kakak perempuan dan sepupu aku berangkat ke Lampung pake Damri dari Gambir (executive seat 215rb) Lets go!


Ketemu Momos (how I called an elephant ) langsung dirumahnya, di alam liar! Way too excited! Perjalanan darat - laut - darat hampir 9 jam untuk sampai ke Bandar Lampung. Sampai hotel, I even forced myself to sleep so that tomorrow come early. Dari Tanjung Karang ke Way Kambas kita harus menempuh lagi jalan darat selama kurang lebih 3 jam. Jalan menuju WK cukup gradak gruduk berbatu,dan ditambah hujan pula. It doesnt matter at all darling, we gonna meet the elphie anytime soon! Sesampai di WK, awalnya aku cukup kaget, "gini doank nih?".Karena yang terlihat hanya sekumpulan orang orang lagi antri naik gajah. Ini mah di Ragunan juga ada. And then we explored the land, sedikit ke arah utaralah mulai terlihat gajah gajah di habitatnya. Lepas dan bebas berjalan jalan kemanapun. Tentunya selalu ada pawang disekitar mereka untuk mengawasi interaksi pengunjung Taman Nasional ini dengan yang "punya rumah"

I can't write my feeling, at that time, smile is all over my face. Like Rachel Green said; its like I was sleeping with a hanger in my mouth :))) . I can crossed on item on my bucket list. Rasanya setelah menginjakkan kaki di WK, memeluk meluk gajah, dan berinteraksi sama mereka, sepertinya aku sudah halal untuk jadi one of elephant's fans. I laff ya Momos.. may we see each other again anytime soon!


Anyway, since we have an extra day to spent on, we decide to go to the beach. Pahawang Island is a bonus :) 





ps : go check out my sisters blog too about this trip, click here Mutya's