May 13, 2015

cerita si Tebing Keraton

Memang si Tebing Keraton menjelma menjadi one of instagramable place di Bandung udah sekitar 2 tahun yang lalu, tapi baruuuu sekarang bisa mendarat kesini. Alasannya banyak, cari waktu susah, ga ada duit, long weekend pasti rame dan apalah apalah. Padahal mah emang males aja kalo rame banget, takut dibilang hipster (padahal alesannya karena ga bisa foto dengan leluasa ). Jadilah, dengan berbekal voucher 101 Dago Hotel dari dek Mutya dan selembar kertas izin cuti, kita berangkat ke Bandung!



Dengan 2 motor, Sabtu sekitar jam 6 kita udah jalan menyusuri Dago menuju Taman Hutan Juanda yang jadi patokan ke Tebing Keraton. Sempet nyasar gara gara WaZe ngasih jalan ngaco yang udah g bisa diakses lagi. Menuju Tebing Keraton ;
  1. Dari McD Simpang Dago lurus terus ke arah Sheraton sampai melewati Dago Tea House dan Terminal Dago.
  2. Tidak jauh dari Terminal Dago, ada jalan bercabang. Yang ke kiri menuju Dago Giri, yang ke kanan ke arah Bukit Dago Pakar. AMBIL YANG KANAN.
  3. Dari sana beberapa ratus meter ada cabang lagi. Yang kiri ke Dago Bengkok. Yang kanan masih ke arah Bukit Dago Pakar. AMBIL YANG KANAN.
  4. Beberapa ratus meter dari sana, dekat Indomaret di sisi kiri jalan, ada belokan ke kiri ke arah Tahura (Taman Hutan Raya) Ir. H. Juanda. BELOK KIRI. Kalau lurus terus nanti bablas ke daerah cafe-cafe seperti belokan ke Sierra, dan Stone Cafe.
  5. Jalanan menanjak beberapa ratus meter, di sebelah kiri ada gerbang masuk dan tempat parkir luas untuk Tahura, masih lurus terus.
  6. Tidak jauh dari sana ada jalan bercabang di dekat warung. Jalanan ke kanan ada tulisan Bukit Pakar Utara. BELOK KANAN.
  7. Dari sini jalanan makin menanjak dan kondisinya rusak sekali. Aspalnya sudah banyak yang habis sehingga permukaannya berbatu-batu. Jalanan akan melewati hutan di sisi kiri. Terus sampai ada cabang. AMBIL YANG KIRI. Di sana ada papan sementara yang bertuliskan ‘Tebing Keraton’ serta anak panah ke kiri.
  8. Di sini juga jalanannya rusak. Buat yang suka bersepeda mungkin tahu yang namanya Warung Bandrek, di sana banyak cyclist yang suka kumpul-kumpul. Sudah sampai? Oh… belum!
  9. Dari sana jalan terus, di kanan mulai tampak pemandangan bukit-bukit hijau serta rumah-rumah di lereng bukit. Tak berapa lama kemudian akan tampak pemukiman warga. Jalanan akan terlihat berbelok ke kanan, ikuti jalan terus sampai habis pemukiman warga.
  10. Tidak jauh dari sana ada belokan ke kiri yang agak curam. BELOK KIRI. Di belokan itu ada papan penunjuk sementara.
  11. Hanya sekitar 100 meter terakhir, jalanan sangat curam dan berbatu-batu. Tak lama kemudian ada warung di sebelah kanan dan di sisi kiri banyak deretan motor yang diparkir. Sudah sampai? Iya….motornya harus diparkir di sana. Terus Tebing Keraton-nya di mana?
  12. Sesudah parkir, jalan ke arah bukit di bawah. Tidak jauh koq, tidak sampai 5 menit (sekitar 100 meter) dan track-nya sama sekali tidak berat. Cuma jalan-jalan lucuk saja 
 SAMPE!!!



 Dari post parkiran mobil sebenarnya masih agak naik lagi ke atas, tapi disana kita nyerah. Motornya ga kuat, jalan nya terlalu terjal, berbatu dan licin. Banyak yang memilih lanjut dengan jalan kaki keatas.But, no thankyou karena emang anaknya malesan, mau ga mau kita sewa ojek PP 40rb. Ternyata udah ada yang kemping dari jam 2 pagi disana demi menangkap matahari terbit. Memang sebaiknya berangkat sebelum jam 7. Karena udaranya masih enak dan sinar mataharinya bagus buat difoto. kalau udah diatas jam9 ya siap siap mengernyit karena silau dan kepanasan. Tebing Keraton? Checked!






Apr 15, 2015

GILI


I'm not gonna tell you how Gili is, you need to  find it yourself. Every person had a different opinion on Gili. They said its too loud, heaven on earth, great place to switch off, better than Bali etc. I'm gonna let you find your own word to describe it. Consider it as a little push *wink.What I'm gonna tell you is how I found the best hotel (so far) in Gili.

Kira - kira satu bulan sebelum berangkat, tiket dengan harga yang affordable udah kepegang.Tinggal nginepnya nih dimana. Hasil survey mengatakan memang di Gili banyak club yang hingar bingar dan hidup sampai pagi. Its a big no for me. Akhirnya nyari yang agak agak ke utara.Ketemu lah satu penginapan yang namanya Le Pirate Beach Club.Dasar emang aku anaknya ga bisa disuguhin foto yang cakep dikit ya, jadi langsung jatuh cinta sama tempat ini. Booked for 2 nights!

Sampai di Lombok kira kira jam 8 pagi, langsung sarapan CFC aja di bandara karena mobil jemputan ga mau berhenti buat sarapan,dengan alasan kita ngejar kapal buat nyebrang ke Gili. Waktu tempuh dari bandara ke pelabuhan Bangsal sekitar 1,2 sampai 2 jam. Naik kapal tradisional (35rb saja) dan menyebrang ke Gili Trawangan kira kira 30menit. Sampai! 

Nah masalah kecil muncul disini, we have no idea dimana itu Le Pirate. Nanya ke salah satu penduduk, dia malah ikutan bingung. Akhirnya berbekal Waze ( the apps you shud have!), dan sok - sok an ga mau rental cidomo, yuk kita coba jalan kaki ngikutin arahannya waze. 30 menit jalan kaki, masuk masuk gang kecil, nemu rumah penduduk, dan kandang - kandang sapi, lapangan luas penuh pohon kelapa, masih belum keliatan tanda - tanda tu hotel. 30 menit kemudian baru deh keliatan tanda tanda cerah papan petunjuk hotel yang ada di dekat Le Pirate (Yes, bukan petunjuk le piratenya, tapi tetangganya *tears). Total jalan kaki 1 jam 15 menit dengan gembolan 9kg, akhirnya sampe di Le Pirate Beach Club Gili Trawangan!!!





  enjoying sunset from those chairs, I couldn't ask for more :)

 open air bathroom

I adore this hotel so much! Rate hotelnya sendiri ga terlalu mahal, kamar yang aku pilih rate-nya sekitar 800rb/night. Tiap kamar berbentuk rumah kecil, diterasnya ada tempat tidur gantung dan beberapa bantal kecil plus meja dan dua kursi, masuk kedalam memang ga terlalu besar, cukup untuk satu tempat tidur ukuran queen dan meja kecil di kiri kanan. Didalam ada pintu lagi menuju kamar mandi, its an open air bathroom dan luasnya sama seperti kamar. Di kamar ada 1 jar kaca berisi air mineral, bisa di refill di restoran. Konsep hotel ini memang eco friendly. Di tiap kamar hanya disediakan kipas angin (AC by request). Walau hotel ini lumayan jauh dari pusat kotanya, mereka punya board games yang cukup banyak, ada their own beach in front of their hotel, 1 kolam renang, 1 lagoon, ping pong table, lapangan voli, rental sepeda dan movie night (semacam layar tancap tapi di laut!!). 

Sayangnya, rate harga tadi ga termasuk breakfast. Dan memang ga tersedia sarapan. tapi kamu bisa order makan atau minum di restorannya. Since, si chef nya udah 5 taun belajar masak di perancis, mesen random di menu pun hasilnya enak semua!! Semua staff disini juga sangat sangat super helpful and they fluent in English. Cidomo dipesenin, water sport diaturin, dipinjemin Go pro, dikasih tau cerita cerita tentang Gili, wah pokoknya apa apa dibantuin deh.One happy guest!  



Dari Le Pirate ke pusat kota bisa naik sepeda sekitar 20 - 30 menit, jadi Le Pirate lumayan jauh dari hingar bingar jedak jeduk club malam. Kalau balik dari pusat kota jam 12 malem juga g perlu worry karena banyak lampu dan banyak pesepeda lainnya. 

Anyway, aku nginep di Le Pirate hanya 2 malam. Di malam ketiga kita nginep di pusat kota yang memudahkan nantinya untuk kita ngejar kapal buat kembali ke Bangsal. Jadi satu tempat nginep lagi yang rekomen di Gili Trawangan adalah : Black Penny Villas . Why? Simply because each room had their own private pool!!! Woohoo!!

Picture taken in front of Black Penny


Surely bakal balik lagi ke Lombok. Karena denger denger di Lombok timur banyak banget pantai yang bagus bagus. Salah satunya adalah Beloam!! Insya Allah ada rejeki buat taun baruan disana nanti, Amien!!



Tips : Kalau mau booked Le Pirate, mendingan email aja alamat email yang ada di web nya. Its better than booking dari Agoda atau yang lain. Same price dan bahkan kadang ada diskon yang cuma tersedia di official web nya aja.

Jan 29, 2015

W A N T E D


NEW BALANCE 996

Jan 4, 2015

Please welcome.....2015!!


Happy new year!! Wishing you all great year ahead!


Kita semua punya cerita di 2014. Cerita yang mungkin buat sebagian adalah cerita yang bikin senyum terus tap ingat itu. Ada juga yang mungkin udah ga mau nginget nginget lagi yang terjadi di 2014. Kita semua punya cerita baru. Punya kenangan baru. Di 2014 banyak teman ku yang menikah, lalu kemudian punya bakal keturunan yg nongol ga lama kemudian, ada juga beberapa teman saya yang kehilangan orang yg dia sayang, ada yang nemu banyak teman baru, nemu banyak tempat baru, kerjaan baru, pacar baru, hobi baru, perasaan baru....banyak sekali yg terjadi di 2014.Walau rasanya tahun itu cepat sekali berlalu... tau tau udah lebaran, tau tau udah natal, tau tau udah mau ganti tahun. 

Setiap tahun baru, pastinya setiap orang selalu punya harapan dan niat baru untuk menjadi semakin baik lagi dari taun sebelumnya. 2014's been good to me. Mimpi mimpi kecil di 2014 kemarin banyak yang sudah dijalani dengan baik dan tercapai, bahkan beberapa hal yang terjadi justru jauh lebih baik daripada dugaanku.  God us great! Walau rasanya "bloh" banget kalo tiap taun bikin resolusi, tapi tahun ini ada beberapa hal yang pengen banget aku improve. Misalnya ;

Believe in God
Aku percaya bahwa agama adalah urusan personal seseorang dengan Tuhannya. Karena itu sebisa mungkin aku ga pernah ikut rese dalam obrolan obrolan yang nyepet nyepet ke perbedaan agama. Sebisa mungkin juga aku g pernah nilai itu orang pernah solat atau gak, punya agama atau ga, percaya Tuhan atau ga. Its really really personal. Di 2015 ini aku pengen semakin mendekatkan diri padaNya. Aku ingin lebih berserah pada rencanaNya. bukan berarti pasrah,artinya aku akan melakukan sesuatu secara maksimal and let God do the rest. Di tahun 2014 kemarin aku sempat ngalamin beberapa hal yang bikin aku bertanya "ini Tuhan maksudnya apa ya?". Hal ini bikin aku ragu ragu dan selalu takut salah langkah. Tapi aku jadi semakin percaya bahwa mungkin rencanaku baik, tapi rencanaNya pasti lebih baik. Ya nda?

Sehat
Aku akhirnya sadar bahwa kesehatan itu adalah salah satu yg terpenting dalam hidup. A bit late ha? Ga peduli betapa kaya atau happy nya kita, kalo lagi ga sehat ya percuma. Di pertengahan 2014, aku udah mulai untuk mutusin sarapan sehat, tapi ya gitu. Ngoyo :( Kadang aku tetep aja makan gorengan as a breakfast. Malah kadang ga sarapan sama sekali,yang berujung makan siangnya kalap.Nurunin berat badan bukan jadi fokus utama ku. Aku pengen lebih mengkonsumsi banyak sayur, buah, minum air putih yang banyak, ngurangin minum teh kemasan, ngurangin gula, ngurangin makan gorengan, ngurangin makan junk food, ngurangin makan telor, ngurangin makan nasi, ngurangin garam. Hahahaha malah jadi banyak pantangan. Intinya sih aku ingin makan makanan yang lebih sehat. And do sport! Ah yang ini berat banget, tapi sekarang aku sering malu sendiri gara gara naik jembatan penyebrangan aja bisa ngos ngosan. Yuk olahraga!

Financial Wise
Alias HEMAT dan NABUNG! Aku sangat sangat super jelek dalam manajemen keuangan. Hal ini sudah disadari dari bertahun tahun yang lalu. 2014 kemarin alhamdulillahnya aku mengalami yang namanya kenaikan pendapatan yang cukup setara dengan kerjaan yang aku jalani. Napsu belanja ku juga ga seheboh dan segila waktu aku masih di kantor lama. Namun yang bikin aku bingung adalah, pendapatan cukup baik, napsu belanja kurang tapi kok ya masih ga bisa nabung? makanya mulai 2015 ini aku pengen banget udah mulai bisa ngatur keuanganku.Ngatur pengeluaran wajib, ngatur biaya seneng seneng dan membagi untuk porsi nabung.Tentunya harus tetep ada anggaran utnuk nge-trip hihi.Good luck Dinch!

Be a better person
Aku selalu ingat untuk ga nyusahin orang lain dengan cara mikirin sendiri langkah langkah yang akan aku ambil baik dalam kerja atau di personal life. Walau kadang secara ga sadar tindakan itu terkadang justru bikin orang lain susah karena ga bisa ngerti maunya kita gimana. Mereka kadang prefer untuk diajak diskusi bareng dan mutusin bersama. Hal yang ternyata simpel menurutku, belum tentu simpel juga menurut orang lain. Kurangin mengeluh, ga usah ikutan komen negatif di socmed yang belum kita tau faktanya, jangan bikin orang lain nunggu tanpa kejelasan dan lainnya. Aku ingin lebih jujur ke diriku sendiri, aku ingin lebih mengutarakan ide dan keinginanku dibanding disimpen sendiri.  Aku ingin lebih menghargai perasaanku dibanding menindas perasaan demi menjaga perasaan orang lain yang belum tentu menjaga perasaanku. Tahun 2014 kemarin aku lepas dari zona nyamanku. Pindah ke kosan yang lebih dekat dari kantor dan jauh dari teman teman yg selama ini jadi memang jadi comfort zone ku yang luar biasa (makan bareng,apa apa bareng,seneng seneng bareng). Which I thought would be scared as hell, but turns out I'm doing really good. I'm okay. Seseorang pernah berkata, you need to leave your comfort zone to find out who's stick with you and who's prefer to say goodbye. 




Happy new year!
May we all be better person and do greater things in year ahead!

Dec 29, 2014

Ketemu Momos dirumahnya

A: Kamu suka banget gajah tapi belum pernah ke Way Kambas? Kan deket...
Me : ....... (tulis di bucket list)


Perjalanan kali ini ke Way Kambas bukan perjalanan yang direncanakan jauh minggu dan dibudgetkan. Its obviously a "lets just go" trip. November sampai awal Desember kemarin saya disibukkan dengan segala macam persiapan Festival Antikorupsi di Jogja, sampe sampe ga ngeh kalo ternyata ada liburan long weekend di Desember ini. Jadilah begitu event di Jogja kelar dan udah diizinkan untuk bernapas sedikit lebih lega, mulai kepikiran mau kemana long weekend ini. Mumpung cuti belum bisa, jadi liburan ini harus dimanfaatin. Awalnya aku kepikiran untuk ga kemana mana, keliling Jakarta ajalah. Eh ternyata aku ditinggal mudik, jadi aja mulai makin galau, males mikirin weekend di Jakarta yang paling ujung ujungnya ngedon dikosan. So why don't we go to Way Kambas? Mulai nanya nanya siapa yang mau ikut, sampe floor-in budget dan penginapan, karena walaupun ada kakak disana, tidak enak rasanya kalau merepotkan menginap. Setelah blah bloh dan bermacam obroloan, akhirnya bersama kakak perempuan dan sepupu aku berangkat ke Lampung pake Damri dari Gambir (executive seat 215rb) Lets go!


Ketemu Momos (how I called an elephant ) langsung dirumahnya, di alam liar! Way too excited! Perjalanan darat - laut - darat hampir 9 jam untuk sampai ke Bandar Lampung. Sampai hotel, I even forced myself to sleep so that tomorrow come early. Dari Tanjung Karang ke Way Kambas kita harus menempuh lagi jalan darat selama kurang lebih 3 jam. Jalan menuju WK cukup gradak gruduk berbatu,dan ditambah hujan pula. It doesnt matter at all darling, we gonna meet the elphie anytime soon! Sesampai di WK, awalnya aku cukup kaget, "gini doank nih?".Karena yang terlihat hanya sekumpulan orang orang lagi antri naik gajah. Ini mah di Ragunan juga ada. And then we explored the land, sedikit ke arah utaralah mulai terlihat gajah gajah di habitatnya. Lepas dan bebas berjalan jalan kemanapun. Tentunya selalu ada pawang disekitar mereka untuk mengawasi interaksi pengunjung Taman Nasional ini dengan yang "punya rumah"

I can't write my feeling, at that time, smile is all over my face. Like Rachel Green said; its like I was sleeping with a hanger in my mouth :))) . I can crossed on item on my bucket list. Rasanya setelah menginjakkan kaki di WK, memeluk meluk gajah, dan berinteraksi sama mereka, sepertinya aku sudah halal untuk jadi one of elephant's fans. I laff ya Momos.. may we see each other again anytime soon!


Anyway, since we have an extra day to spent on, we decide to go to the beach. Pahawang Island is a bonus :) 





ps : go check out my sisters blog too about this trip, click here Mutya's


Dec 25, 2014

(a super late post ) : ORA


Did I mention that I went trip to Maluku last May? Visited ORA Island in Maluku is one of my biggest happiness in 2014.

Awal tahun 2014, Aku dan Widya sempat mencoret coret kalender dan memutuskan kalo kita harus nge-trip ke tempat yang jauh tahun ini. Pilihannya adalah Derawan, Labuan Bajo, Komodo atau Ora. After a hundreds link and a LOT of pictures from Google, ORA is the winner! Kenapa memilih Ora? Salah satunya adalah karena sepertinya belum terlalu banyak yang berkunjung ke Ora, Ora dikenal dengan sebutan Maldivesnya Indonesia, resort di Ora berada di atas air laut yang bening dan  sangat private so its like you're the VIP! Paket menginap di Kamar Laut Ora Eco Beach Resort memakan biaya 2,1 juta /orang untuk 2 malam (negotiable). Sudah termasuk makan pagi-siang-malam, transportasi dari Ambon menuju Ora dan kembali ke Ambon, hoping island, dan snorkling set. Tiket Batik Air menuju Ambon PP sekitar 2,5jt.Yuk nabung!

Batik Air pukul 00.30 wib membawa kami sampai ke Ambon, Maluku, bergerak ke Pelabuhan Tulehu dan menyeberang ke Pelabuhan Amahai (Masohi) di Pulau Seram, lalu bergerak dua jam jalan darat dengan mobil menuju ke Desa Sawai. Saya sampai di Ora beach sekitar pukul 3 sore wit dan terdiam, stunned by its beauty. Susah rasanya untuk tidak meluapkan perasaan ketika melihat Ora dari kejauhan. Perjalanan yang melelahkan ini terbayar! Sangat terbayar! Cantik sekali. Kalo kata Marischka Prudence, " I swear to God, this is heaven!".





Satu hal yang menyambut saat menapakkan kaki di dermaga Ora Beach Resort adalah betapa banyaknya koral di area perairan, sedemikian dekat dengan garis pantai maka disaat air surut di malam hari sebagian koral ini keluar dari permukaan hingga tertutup laut pasang di keesokan harinya. Ada 6 rumah laut dengan masing masing satu kamar, dan satu rumah besar dengan 3 kamar di dalamnya. Rasanya kamar yang kami tempati adalah one of the best room karena berada di posisi tengah dan paling menjorok ke arah laut. Cantik sekali,
Saat melihat ke bawah dari teras di kamar saya langsung nemuin pemandangan coral yang berwarna warni, sangat jernih dan bening membuat ku bergegas ambil baju renang dan menceburkan diri di beningnya laut Pantai Ora. Yang menarik, air tawar dari perbukitan mengalir dan bersatu dengan air laut persis di area belakang kamar sehingga menimbulkan perpaduan air tawar dan air laut. So you got the sea in front and back.








Sampai saat ini,aku dan wipu masih sering terbayang bayang dan rindu kecantikan dan kenikmatan di Ora. Masih ada beberapa tempat yang belum sempat kami explore di Ora, semoga ada rejeki untuk kembali kesana. Berawal dari Ora, aku ingin lebih menikmati Indonesia. Semoga semakin banyak pulau pula dan pantai cantik Indonesia yang bisa saya kunjungi. Indonesia itu kaya,Jendral! 



Untuk booking Ora Beach Resort silahkan hubungi Alvin +628111909404 (the one and only)





Dec 16, 2014

5 hari di Jogja

Ke Jogja lagi!! yay!

Kali ini untuk kerja.Kebetulan kantor saya kebagian "kewajiban" untuk bikin selebrasi peringatan hari antikorupsi seduni di tanggal 9 Desember. Nah tahun ini, dipusatkan di Jogja. Kenapa Jogja? Karena di 2014 ini Jogja menjadi pilot project untuk pencegahan korupsi yang digalakkan oleh kantor. Waktu surat tugas untuk berangkat ke Jogja turun, rasanya senaaang sekali! Jogja itu kesukaan saya. Entah kenapa Jogja seperti punya kekuatan magis dengan super power serbuk kenyamanan yang bikin betah. Anyway, saya udah ngebayangin begitu kerjaan kelar kita bakal seneng - seneng di Jogja, maybe bisa hunting hunting lucu sepanjang malioboro, nyari sendal kulit, ke Abekani, makan bakmi mbah mo, ke rumah pohon, nyobain poferces yg dkt percetakan kanisius,aaah banyak deh agendanya. Tapi takdir rundown acara berkata sebaliknya. Festival Antikorupsi 2014 yang kita adakan di UGM ternyata punya agenda yang padat sekali. Sebagai bagian dari tim Humas, otomatis publikasi dan pemberitaan serta komunikasi publik jadi santapan kita yang cuma berangkat ber4 ke Jogja. Semua punya tugas masing masing, semua punya tanggung jawab masing masing yang tetep harus saling back up karena kita cuma berempat. Hari pertama kita sampa di Jogja langsung cuss ke UGM dan stay disana sampai kira kira pukul 11 malam untuk cek kelengkapan dan meeting terakhir. karena RI1 katanya mau hadir dan memberi pidato kenegaraan, maka semuaaaa langsung sibuk. Paspamres nya rempong bok hehehe.. Jadi si Festival Antikorupsi ini acaranya buanyaaak dan padat dan seru!  3 hari mulai dri jam 8  pagi sampai pukul 10 malam. *senyum aja* dadah dadah ke Abekani..dadah dadah ke Malioboro.





Jogja memang punya daya tariknya tersendiri. 3 hari agenda acara yang padat, pasti aja setiap harinya ada sesuatu yang bikin senyum. Bikin bersyukur. tadi saya udah cerita kalo event ini buanyak banget acaranya.Ada seminar, talkshow, penyidik cilik, macem2 lomba, pameran, lelang, musik, pagelaran teater Gandrik, kesenian kesenian jawa, tapping Mata Najwa dan konser Gropyokan Korupsi! Untuk saya yang kebagian kerjaan liputan, otomatis saya harus ngider ngider seluruh pelosok tempat acara.Lantai 1, lantai 2, lapangan, sayap kiri, sayap kanan.DHAR!! Betis meledak. :)
Jadiiii, beberapa dari sekian banyak hal yang saya nikmati adalah ; ketemu presiden Jokowi, bengong liat mantan pimpinan bawa bawa tongsis kemana mana, liat para pimpinan jilid I - jilid III kumplit ngumpul minus Pak Antasari, liat kelakuan ajaib dan loloncatan bareng para deputi dan direktur di konser Gropyokan, foto bareng idolanya anak muda Ridwan Kamil dan bu Risma, liatin anak anak kicil semangat bgt jadi penyidik cilik, ngikutin gimana membludaknya seminar Saya Perempuan Antikorupsi, (akhirnya)nonton teater Gandrik, nonton lagi Jogja Hiphop Foundation (love them!), nonton bareng film film para pemenang ACFfest sampe nyaksiin 25rb-an orang teriak bareng memproklamirkan Proklamasi Antikorupsi di lapangan Kridosono (youtu.be/zsqsoMnmOcA) . Capeknya ga kerasa, tapi nguuantuknya kerasa :)).

Terimakasih 32.500 orang yang jadi saksi Festival Antikorupsi 2014!

Terimakasih ya Jogja.. 
Kamu memang istimewa.
Walau ruteku kali ini cuma Grand Aston - UGM - Grand Aston - UGM mulu.. (bonus taman budaya dan lap.kridosono), kamu tetap istimewa..

Aku balik lagi taun depan yaaaa Jogjaaaa... *peluk*

Nov 29, 2014

Minggu keempat di bulan November


Finally able to catch up with my lovely sissy, Mutya. I can't believe that the last time we actually met is in August! So many things to talk about, so many things to gossiping..kyaa!



Minggunya, iseng coba mampir lagi ke Galeri Nasional Indonesia. Akhir september kemarin sempet diniatin banget untuk mampir kesini. Semata mata karena pemantauan di social media yang cukup banyak nampilin foto foto menarik isi GalNas yg bikin kepo. Eh, malah tutup karena renovasi. Kemarin, iseng lah lewat depan Galeri Nasional, dilihat lihat kok ya rame, mungkin renov nya udah kelar . Jadi memutuskan untuk belok kiri dan mampir. Ternyata banyak anak hipster!
I'm a big fan of museum. That's why ngeliat animo bocah bocah smp/sma ini untuk berkunjung ke Galeri Nasional jadi sedikit sumringah. Walaupun didalam mereka hanya foto foto centil, tapi setidaknya ini perubahan. Image museum yang kuno, kolot dan tua itu setidaknya sekarang sudah berubah menjadi salh satu tempat hip yang layak di"pamerkan" di social media.


Oct 29, 2014

20 (not really) fun fact about nyonya

  • I invented brown-gasm. Its the situation where you saw a brown shoes and brown bag and brown jacket and brown pouch and feel the urge to have it 
  • My nose have a super power. i can tell you if theres bau ketek or bau kaki bahkan dalam radius 100m 
  • Museum's biggest fan. 
  • A hugger. At least once a day I need to hug someone.or being hug.
  • Have things for pillow. In my bed, I have 2 small pillow, 3 medium, 3 what-so-people-called-love pillow, and still counting.. 
  • Pernah ditangkep satpol PP , gara gara telat ke sekolah trus malah nongkrong seberang sekolah.
  • Can't take a good care of my face. Dari dulu adaaaaaa aja jerawat nongkrong.Dan tahun ini paling parah.Help! 
  • My name is Shantika Embundini. Tapi paling ga suka kalo dipanggil Shantika. 
  • I played a little drums. dan pengen banget bisa maen ukulele!
  • An easy-to-please person.Enough said. 
  • I cant stand to see a messy table. Meja makan,meja kerja,meja apapun..Bawaan nya pengen ngelapin trus diberesin 
  • Gampang sebel.tapi gampang juga redanya. and overthinker! 
  • Hopeless romantic. 
  • Not a big fan of coffee. Suka bau nya aja tapi g bisa minumnya. Sekalinya minum kopi, efek sampingnya adalah migrain ato ga deg deg an ga jelas. 
  • Lagi belajar makan pedes. 
  • Orang orang bilang my voice's is good,berat dan enak. But honestly, I kinda hate my voice. Too loud dan kayak cowok. 
  • Paling ga bisa makan kepala ikan. Kalo makan ikan goreng/bakar utuh, kepalanya tutupin. G tega liat matanya. 
  • Bad at directions.Mau udh dilewatin berapa kali juga ingetnya susah.Big thanks untuk yg bikin Waze. 
  • Takut naik pesawat. I've been on a plane like million times. Tetep aja takut dan g pernah bisa tidur di pesawat. 
  • Rekor tersukses nurunin berat badan adalah waktu "wajib militer" di pusdikpassus

Oct 22, 2014