Nov 15, 2021

Life in 2021

I feel the need to write that I, in my 33yrs old,  once live during a pandemic.


2020, Covid-19 hit the world. The rest, you can google it. You've been there too anyway :*


to sum up 2021 so far..

Had too much fun playing quad skate

broke my right tibula and ankle, put a plate on it

had my first surgery, and it turns super bad when the anesthesia slowly disappear

got really dependent to my super boyf (got me one on end of July'20, btw)

put on crutches for almost 4 months

then change it to one-sided crutch on month 5th

got depressed, depressed, fomo, depressed

back to work with 50% attendance

monthly drinking party on my cribs 

had a lot of talk with my boyf and getting to know each other everyday

found that I had debt on my insurance

salary cut of almost 50% every months till Feb'22

watch a lot of good k-drama, and Netflix's series

depressed again, work matter

had a serious talk with leboyfie about future

had a great laugh together that time when we only had Rp200.000 at mid-month

cry together when we talk about past

impromptu crashed someone wedding just to check out the place.

brother got divorced. another brother repeat the same mistake, sister about to move to other city. Mom getting older and senile.

fomo every time my friend going out without me, and healed. 


Now, November 2021.

I feel like i'm getting better and toward to being the best version of my self.

Loving my self? Yaaa, about 70%...more to come!








Sep 21, 2020

Damn, its twenty-twenty..

Hello,

last post on this blog : 2018

Beberapa kali sempat terpikir untuk menutup blog ini, pindah kerumah baru. Tapi, beberapa kali juga niat itu mengecil dan mengucil. Walau belum ratusan, tapi rasanya cukup banyak isi kepala yang saya tumpahkan disini, belum lagi mengingat bagaimana dulu perjuangan ngulik  si HTML biar bisa punya desain blog yang aneh aneh begini pada masanya.

 Shall we go on? 

 Sum up, 

2019 was a year full of hope and end up to be a year of brokenhearted.  

Meanwhile, 2020 is a year to survive. With all the C19 all over the world, make you "waste" all your time and taraaaa...its already end of September. 3 months to go to 2021.

 Stay strong, stay safe!!

 

Oct 17, 2018

deleted.

Baru saja menghapus 2 postingan terkait negative thoughts.. I don't need it to follow me here.

First love?

If someone sking you about your first love, let's say they asked "who is your first love?". What will be your answer?


Pacar? Orang tua? Laki lo sekarang? atau siapa?



Tadi malam saya menemukan satu kutipan menarik di internet, bunyinya


"Your first love is should be yourself"

Menarik saya untuk bepikir, bener juga ya. Kita memang harus mencintai diri sendiri dulu sebelum kita mulai mencoba untuk memberi cinta pada orang lain, bahkan orang tua sekalipun, masuk akal.

Despite of trying to figure out apa kekurangan saya, kali ini saya mencoba untuk melihat - melihat apa yang saya suka dari diri saya. So, I end up with this list.

. I like to clean up. Saya suka ketika sesuatu terlihat bersih dan rapi,
. I can do the housework by myself. Saya bisa ganti bohlam sendiri, ngangkat aqua galon sendiri, almost anything. Almost loh yaaaa
. Pemaaf. Saya cukup mudah memaafkan orang, dan kadang malah udah lupa tentang apa yang diributkan
. Love and hate relationship sama si rambut yang tebal. 
. Alis tebal maluv..Jadi g ribet sulam sulaman
. Lumayan creative untuk bidang kerjaan saat ini
. A super good listener
. Eyebrow and hair
. easy to pleased
. Know what I want
.


hope this list still goin' on and I can edit it whenever I want. 

Oct 10, 2017

distraction.

Kenapa datang lagi?
Kenapa datang lagi dalam sosok yang menyenangkan?
Mengganggu saja.

Feb 23, 2017

Cerita si (akhirnya) Sarjana

Ya, akhirnya saya Sarjana juga.

Setelah berjuang selama kurang lebih 1,5 tahun di kampus Mercu Buana, akhirnya i'm done
Less drama? Of course...not! Drama banget!

Dengan niat teguh ga mau ada bayar bayaran semesteran lagi, akhirnya saya bertekad kalo all about skripshit ini harus kelar di Februari dan saya setidaknya sudah sidang di Februari, jadi Maret ga bayar SPP lagi. Jadilah saya geber semua, bab 4 bab 5 langsung dikelarin. Load kantor yang memang cukup tinggi -apalagi awal taun gini cuy- juga sebenarnya jadi distraksi luarbiasa. Ga jarang malah kerjaan yang ga kepegang, molor dari deadline, disindir sindir gara gara ga optimal pengerjaannya, semua demi si bab akhir skripsi saya selesai. Kerja sampai jam 5 sore, sisanya saya lembur dikantor untuk fokus ngerjain skripsi, pun sabtu minggu saya cari cafe yang lumayan sepi, biar bisa fokus beresin. Alhamdulillah, satu minggu full akhirnya skripsi saya selesai. 

Tantangan berikutnya adalah : BIMBINGAN!
Kenapa menjadi tantangan? Sebenarnya dosen pembimbing saya, pak Marwan, bisa dibilang adalah dospem paling enak diantara yang lain. Komunikatif kalo di kontak via whatsapp, bimbingannya sat set, dan punya mindset kalo mahasiswanya harus cepat lulus. Masalahnya adalah, dia cuma bisa ditemui di kampus MERUYA! Well,untuk ke Meruya itu artinya saya harus izin setengah hari, dan ngabisin uang sekitar 100rb untuk pulang pergi dari kuningan ke meruya. Untungnya, setelah saya perlihatkan skripsi saya untuk di kroscek, beliau hanya memperbaiki sedikit lalu saya disuruh kembali lagi minggu depan dengan revisian dan segala kelengkapan untuk pendaftaran sidang. Seminggu berlalu, dan setelah diribetkan dengan segala kelengkapan administrasi untuk pendaftaran (sangking ribetnya, saya sampai ambil cuti untuk daftar sidang, oh birokrasi!), akhirnya saya sidang di tanggal 13 Februari!

Pada hari H, saya sudah ready dengan kebaya dan batik hitam untuk sidang. Ketua Sidang dan penguji saya terkenal cukup killer. Yaitu ketua program studi dan ketua bidang studi, eh ternyata malah g ada yang hadir, termasuk dospem saya, zonk! Akhirnya digantikan oleh dosen lain, jadi the show must go on. Ga lucu donk kalo udah dress up kebaya, udah deg-deg-an eh ditunda sidangnya. Singkat cerita akhirnya setelah menunggu sejam, sidang sejam, tunggu hasil sejam, saya dinyatakan lulus dengan predikat cum laude! Alhamdulillah....

Selanjutnya tinggal revisi yang ternyata juga bikin saya bolak balik ke kampus Meruya sampai 3 hari berturut - turut demi ngejar tanda-tangan dan tetek bengek administrasi lainnya. Mana tanggal tua pula, untung uber  bisa dibayar pake gesek-gesek. Selesai, tinggal daftar wisuda aja di akhir Maret nanti. Ntar aja itulah, break dulu dari Meruya (walau kangen juga sama lidi-lidian pedes di warung depannya).

Anyway, selesai sudah satu lagi hutang saya ke diri sendiri. Cukup berat memang ternyata kalau bekerja sambil kuliah. Berat di waktu, berat di duit, enak juga kayaknya kalau lanjut ke master tapi pake beasiswa. Amiin aja dulu deh..

Misi saya selanjutnya adalah bantuin temen temen untuk bisa kelar cepet trus bisa wisuda bareng- bareng. Yuk yuk di gaspol!





Jan 17, 2017

Textiles

Seandainya oh seandainya...
Hey, a dream can make a list of things to dream of, rite?

Kalau nanti pake acara lamaran - lamaran segala, saya ingin pakai kebaca encim simple warna pink salem atau putih aja. Beli di Thamrin City yang harganya 300rb aja.. Ga usah heboh mahal - mahal..Tapi kalau boleh bawahan kainnya pake Textiles batik-nya si Sejauh yang cakep banged ini





Kalo ga ada acara lamar-lamaran, buat seserahan jga gapapa..
iya ngarep iya..

Oct 27, 2016

life lately



  • I'm on my last semester woohoo!! There's still 3 classes to attend every Saturday, but no more Online Class! and dealing with my Final Paper. Due? December!
  • I have a super crazy group of class mate. They're cheer up my every Saturday. Sedih juga bayangin kalau kebersamaan menghabiskan malam minggu di kampus tinggal hitungan jari.
  • Watching new series and fall in love with it. Judulnya This is Us.
  • Enjoying 2 Broke Girls. Yeah I know it's late.
  • Need a new laptop. Tapi ga punya uang cukup :(
  • Still recovery from drama mellow mellowan nikahan Kiki.
  • Not communicate really well with Kiki like we used to be. Kinda awkward. Makin baper deh guwee..
  • Not really enjoying my teamwork's current situation, I think it's suck!
  • Looking forward to November! Nonton Kodeline, Jogja trip, dan Sigur Ros di Fort Canning - SG!
  • Boyfriend situation? Dilema. Masuk ke fase dimana I keep questioning is he the one? Am I ready to spent the rest of my life with him? Am I being totally honest with him or even myself?
  • Excited to try on my new customize swimsuit this weekend.
  • Mom is in town. How can I handle it? Any idea?

Your wish is granted!

Kita semua pasti punya keinginan. Kita semua pasti punya keinginan yang selalu disisipkan dalam setiap do'a yang kita sodorkan pada-Nya. Entah itu impian dalam percintaan, rejeki, peluang, keluarga atau apalah lagi yang lainnya. 

Have you ever think "what if my dreams come true?" Siapkah kita jika keinginan itu terwujud?

Akhir - akhir ini saya cukup sering mendengar curhat - curhatan atau sekedar cerita - cerita tentang orang yang mengeluhkan keadaanya saat ini.

Teman saya, -sebutlah F- kini hamil. Kehamilan ini sudah dinantikan dan diidamkan cukup lama sekitar 7 tahun. Kini hampir tiap hari dia selalu telat, bolos tanpa kabar, dan mengeluhkan kondisi dan efek dari hamilnya.Well, mungkin hormonal.

Atasan teman saya, -sebutlah AY-,terpilih untuk menduduki jabatan yang cukup bergengsi di kantor saya. Jabatan yang tentu dia, bahkan semua orang mungkin impikan. Kini, hubungannya jadi renggang dengan tim-nya, hampir dimusuhi semua anggota bagiannya karena dianggap otoriter, hanpir setiap hari pulang larut, hampir setiap minggu dinas luar kota, hampir setiap saat curhat keluh kesah di Path, sudah jarang ketawa tiwi di kantor.

Terakhir, tetangga kosan yang juga temen kantor saya. 3 bulan terakhir ini dia kembali duduk di posisi teknis. Sebelumnya dia memang di posisi teknis, namun sempat di oper untuk pindah ke posisi sekretariatan selama hampir 1 tahun. Dia bilang, dia selalu sisipkan do'a agar bisa kembali ke posisi teknis. Kini, hampir 3 bulan sudah dia kembali di posisi yang ia do'a kan tsb, namun sering sekali mengontak saya untuk sekedar mengeluh capek, mengeluh kesal karena lembur, kesal karena tim kerjanya lelet, kesal karena jadi jarang ke mol, dan kesal kesal lainnya.

One day akhirnya saya nyeletuk, "Ini bukannya posisi yang kamu pengenin dari dulu ya? Kok udah dikabulin malah ngeluh?"

Dia diem aja sambil senyum senyum. Mungkin malu, mungkin bingung harus jawab apa.



Jadi, apakah kita bener bener sudah siap ketika impian kita dikabulkan?

Jangan lupa bersyukur :)

Oct 1, 2016

Demotifasi?

dua tahun dan 11 bulan.

Cukup membuat seorang Dini Akbari akhirnya ngalamin yang orang orang sebut "demotivasi kerja".

Terdengar cengeng, tapi memang ternyata ada beberapa hal yang bisa mempengaruhi seseorang sampe dia mengalami yang namanya males kerja..males ke kantor..males mikir kerjaan. Well, ya itu..kurang atau turun nya motivasi buat kerja, bahkan buat sekedar berangkat ke kantor.

Buat saya, faktor itu adalah tim.

Walaupun bukan low point of my work life, tapi saya cukup down dengan hal hal yang terjadi belakangan ini. 

Tim kecil yang hanya ber anggotakan 5 orang aja, bikin baper-nya setengah mati. Komunikasinya ga ada, well at least with me. 

Sepertinya saya hanya jadi pelengkap saja, kayak bawang goreng di sebungkus indomi goreng. Ga dipake pun gpp, ga bikin indomi jadi kurang enak juga kok.

Mandek.

Mentok.

Ga berkembang,

Situasinya sih dinamis, tapi kerjaannya enggak.

Get me outta here.






Aug 7, 2016

Pertemanan yang itu

Promised myself that this is gonna be my last post talking about this issue.
Berapa kali memang saya sering menceramahi diri sendiri dengan kalimat pasrah " ya udahlah..its time to moving on"

Tapi entah kenapa keegoisan itu masih cukup besar untuk sekedar pasrah. Walaupun memang keadaan ga akan mungkin bisa kembali seperti dulu lagi. Susah payah saya mencoba membongkar ingatan tentang apa yang sebenarnya terjadi, apa akar masalahnya, apa yang memulai hingga jadi seperti ini. tapi nihil, tetep ga ketemu..

Percakapan yang kadang muncul pun jadi terkesan basa basi dan fake abis. Dan saya ga suka. Jadi lebih baik saya stay silent aja dibanding harus basa basi. Suatu hubungan memang ga boleh dipaksakan, Ga boleh hanya satu pihak aja yang berjuang, harus sama sama. And i'm done. Sudah cukup rasanya berjuang untuk selalu memulai komunikasi, entah hanya sekedar menanyakan kabar, atau topik singkat lainnya. Mungkin memang saya bukan teman yang baik atau teman yang cocok.

Pada akhirnya, saya selalu berpegang pada "Some talk to you in their free time, and some free their time to talk to you". Cukup itu saja yang dijaga. Yaaah, walaupun kalau ngeliat update-an sosial media masih bete juga kadang kadang hahahaha sosial media emang penyakit :D

Maybe i'm not an easy person to be friends with :)

That's why I keep it simple from now on. Saya sudah cukup dewasa untuk bisa membedakan mana temen yang emang buat have fun ketawa tawa bareng doank, mana temen yang bisa diajak sharing pikiran, dan mana temen yang bisa diajak susah bareng.

Mark Twain said, 

"The more you growing up, your circle of trust is getting smaller".




Jun 30, 2016

SG : It is love at first sight

Dengan sebuah perencanaan yang impulsif, akhirnya berangkat juga ke Singapore sama Mutya. Bener bener sebuah perjalanan yang impulsif, bergerak hanya dari kalimat "Un, bosen. Singapur yuk". Berbekal tiket PP 800rb, hotel 600rb, dan sangu 600 rb (include makan dan transport), berangkatlah kita. HORANGKAYAH!

This is my first, and I fallin, so hard for this city. 

Negara ini sangat memanjakan pejalan kaki, super clean, no traffic, a lot of foreigner, and super clean. I need to write ,super clean, twice, cause it is! Walking around is the best way to appreciate quirky spots in Singapore. the country is small and nicely laid out. Navigating your way is conveniently effortless. plus, I feel spoiled to be pedestrian here. 

In two days, we walked for almost 90.000 steps, thanks to Nike Apps for tellin' us. Naik taksi disini mahal, naik bus ga ngerti, jadi naik kereta api adalah satu satunya pilihan terbaik. Jarak antara satu peron ke peron yang lain pun lumayan sis..that's way we made it thousands steps.







Tiket pesawat ke SG jelas lebih murah daripada Jakarta kemana mana dalam negeri. Tapi living cost nya emang lumayan. I surely can imagine one day make living in this country.

Mar 17, 2016

the power of compliment

Jangan meremehkan kekuatan sebuah pujian.

Sedikit cerita, hari itu saya sedang baper se-baper baper nya ke si bos. Padahal, menurut tim saya termasuk orang yang paling deket dan paling bsia nge-handle moody nya si bos. Sebenernya kebaperan ini udah terjadi sejak beberapa bulan yang lalu sih, tepatnya sejak dia "terpaksa" menjabat posisi yang ditinggalkan om Jo. Secara langsung ga langsung ini tentunya sangat berefek ke kinerja dan koordinasi tim, tapi ya dengan upaya optimal, syukurnya kerjaan dan program program yang sudah direncanakan tetap bisa berjalan. Selama ini memang kebaperan ini saya simpan untuk konsumsi sendiri saja, karena yaaaaa, buat apa sih kesusahan dan kesensian lo dibagi bagi...jangan jangan nantinya malah bikin orang lain susah. Tapi, karena suatu hal yang menuntut koordinasi, mau ga mau saya share lah tentang kebaperan ini kepada mba Angel yang ditunjuk untuk kerjain program bareng.Untungnya dia mengerti dan ternyata menyimpan kebaperan yang sama. Hahahaha...

Ternyata memang setiap orang menyimpan kebaperannya masing masing. Dan menanganinya dengan cara yang masing masing jugak. Untungnya, saya adalah tipikial orang yang ga pendendam. Tipikal yang cenderung cepet lupa sama hal hal yang bikin marah atau bete. Kecuali kalo ada yg ngingetin. Ahak!

Eniwei, setelah seharian uring uringan dan overthink sendiri, bad day hari itu ditutup dengan hal manis. A compliment.

"Mbun, qtel kemaren ngobrol ama wartawan bisnis indonesia trus dia nanya nama anak humas yang tinggi pake kacamata itu siapa..katanya mukanya nyenengin banget, senyum terus trus kayaknya ramah banget sama orang"


Memang kadang kita suka kurang ngeh sama tindakan dan ucapan kita. Seorang teman pernah berkata, itulah mengapa kita harus berpikir sebelum ngomong dan bertindak. Karena kita ga tau bagaimana efek nya ke orang lain. So, be nice is really important.

Kadang ego atau gengsi seseorang bisa menahan dia untuk memberikan pujian ke orang lain. Jujur, Saya sendiri pernah mengalami itu. Misal,gengsi rasanya kalau harus muji sepatu baru teman ketika saya pun menginginkan sepatu itu namun ternyata lebih cocok jika dia yang pakai. Atau gengsi rasanya ketika muji rambut baru pixie cut seorang teman, yang membuatnya way way more beautiful, hanya karena cewe ini memang cantik dan it suit her very well. Atau gengsi muji kerjaan temen yang memang oke dan efisien, just because you think anyone can do it. Dan banyak gengsi - gengsi lainnya. Compliment, sekecil dan sesederhana apapun itu, pasti pasti dan pasti akan buat orang yang dipuji tersenyum dan senang. So, bikin orang laiun seneng juga ada pahalanya kan :) Asal jangan muji hanya untuk basa basi atau bohong. Well walaupun ini kadang perlu kalo lagi sosialisasi di lingkungan baru. Oops :). But don't do this to your friends. Bagus ya bagus, kurang bagus tetaplah kurang bagus. Tinggal masalah mengemas ucapannya aja biar ga menyinggung.

Sampe sekarang, I don't even know siapa yang dimaksud Qtel, 
tapi who knows ternyata hal sesederhana itu bisa bikin saya pulang dengan senyum.

:)

Jan 21, 2016

Nyang Nyang beach

I knew this beach named Nyang Nyang from cousin's friend. Based on what I'd read in her blog, Nyang Nyang beach is one of hidden gem in  Bali. One of the "private" beach that make people have to put some effort to get there. You gotta put your step going through a cliff's edge, forest full of monkey, tracking down about 20 minutes, find a secret garden full of blooming flower in the middle, and then there you go a white sands beach. Well, at least that's what I can resume from her blog. 

A Secret garden in a hidden beach. Sound contagious. That was my first thought about Nyang Nyang beach from the photos I saw. Before we came to the beach.

So, when we've got to spent our new year's eve in Bali again, I feel so curious to visit this beach. Well, I curious about the secret garden firsts. We drove about 1 hour from Seminyak to Uluwatu. Waze is really helpful. The track to the location from there, though. Follow the route straight to Uluwatu Luhur temple, before reaching the temple, we'll find Jl. Batu Nunggalan. Turn left and follow the road until you find a villa's parking lot. Tricky it is. I got to asked the villa workers to show me which way to go down there. 

There's a signboard leading to the trek saying "To the beach". Offers a fascinating view of the Indian Ocean from the edge of the cliff. Walking down from the cliff's edge to the beach would take about 20 minutes, but the precipitous trek between the trees might slow you down a bit. Not to forget the monkey. Then you find the beach.




But sadly, we couldn't find the secret garden they've been telling about. I asked the Balinese girl at the beach, they said they couldn't find it either. So we think that maybe because its super late summer, so the flower's didn't bloom. So sad. We just spent about an hour at the beach. The sun's shining super bright that day. We couldn't find a best spot to sit and relax because most of the trees has been cutting down. We decided to going back and  thinking about going to Greenbowl beach instead. Looking up to the cliff and we both said "this is not gonna be as easy as going down".

We got lost. 

Going up is really a different story. We got lost in the middle of forest, finding our way back to the edge and there's no one around. Sweats everywhere, we don't have any water's left, and the power going low. There's a moment when I felt like I cant make it through this. I finally said the - Ay aku capek banget asli - to him. He didn't reply, We stop and take a break a lot. I knew he's tired too, I think he didn't wanna said it because it would make me more hopeless. He just said " Tunggu sini, aku cari jalan". Then I just followed him.

One hour later. We made it to the top.

Blister's everywhere in our foots. We got super thirsty but no water's around. 

"Balik yuk". 

There's no Greenbowl anymore in our agenda, and we're so gonna forget about this Nyang Nyang beach. I think the beach is overated. I find it similar as Klapa Beach. I'm not coming back,


Jan 14, 2016

about two thousand and 16

another year

another resolutions



nothing in particular. 

Lulus kuliah tepat waktu tanpa masalah
Semester 1 selesai dengan baik. 2016 akan diisi dengan semester 2 dan semester 3. If everything goes well right on time, I'll have my title in the beginning of 2017. Amien to that!

Sukses nabung (forever resolutions)
Me and him make a simple plan this year. A joint account. So we're gonna post a million each month from our salary to one account. It may not be spent, unless its emergency. I think its really important so that we (me, especially) can learn how to commit in our financial balance.
Despite of, I do it myself too. Disamping pengeluaran untuk kuliah, nyokap, sehari hari, tagihan tagihan, I should be able to save. Come on Din!! *keplak kepala sendiri*

Kerjaan lancar tanpa drama
Baik drama sama teman kantor, drama kerjaannya dan drama drama lainnya.

Tenang.
I need to keep calm. In anything. 
Ga meledak ledak lagi, ga ceroboh, ga sembarangan nyeletuk. Think before speak.

Sehat!
Akhir tahun kemarin, saya yang awalnya cuma nemenin si mas ke dokter gigi ,dia sudah terjadwal untuk operasi giginya yang impaksi, akhirnya malah jadi ikut perawatan pembersihan karang gigi. Namun, ketika pembersihan karang gigi dilakukan, tak sengaja menyenggol gigi tambalan depan saya hingga rusak. Akibatnya tambalan itu harus diganti dengan yang baru. Namun, 2 hari kemudian, saya tiba tiba demam dan pipi sebelah kanan saya bengkak disertai rasa nyeri yang bikin ga nyaman. Saya lalu kontak dokter, kemudian dia memberikan obat untuk membunuh bakteri yang mungkin masih tersisa. Berbekal obat ditangan, saya pede berangkat liburan tahun baru dengan pipi yang masih bengkak sebelah. I swear to God I looked super hideous. Tapi perubahan tidak terjadi, saya terpaksa melewati malam tahun baru dengan kompres di pipi kiri dan antibiotik dan tidur. Pagi di tanggal 1, saya kembali kontak dokter Retno dan memfoto bagian dalam bibir saya yang muncul bengkak seperti berisi cairan. Dokter menyuruh saya untuk segera mencari dokter gigi setempat untuk dilakukan trepanasi atau pengeluaran cairan.Benar saja, setelah tindakan trepanasi dilakukan, pipi dan kondisi mulut saya perlahan membaik. Setidaknya sudah bisa senyum lagi kalau difoto. Sesampai di Jakarta, saya langsung meluncur ke praktek dokter Retno sambil membawa rontgen gigi saya tahun 2014.

Eng Ing Eng...she found a cyst!

Yep, kista di gusi atas, dekat cuping hidung. And its quite a big. Harus dioperasi.
So, tepat ditanggal 10 januari, I did a small surgery to get my cyst removed, and it costs me almost 11million rupiahs. But, thanks to my super insurance, I didn't pay anything, but no longer insurance cover for my dentist, internist, and any other regular check up doctor for the rest of 2016. Karena itu saya harus tetap sehat!Sakit itu mahal..aselik! Selain itu yaaaaa siapa sih yang mau sakit, sangat super ga enak.






Dec 24, 2015



People can say anything about you. But you're the one who decide whether it right, or wrong.

Nov 18, 2015

Nov 8, 2015

this week

I really want this three semester of my study will be finish soon. Please make it fast. As a writin' on my agenda this week, 

1. Finishing chapter one of the Quantitative Proposal
2. Finishing chapter one of Qualitative Proposal
3. Konsinyering Humas akhir tahun

Konsinyering itu di hari Rabu - Jumat, yang artinyaaaa.. 

I have monday and tuesday to finish the proposal so that I can focus.

Hmm...lets see.. dua hari untuk bikin dua proposal, despite of working. I will be able to do that after office hour. So, I have about 3 hours in two days.

Okay...



Okay...

Nov 5, 2015

bermain tidak main main



Awal November ini saya kebagian untuk dinas ke pinggiran Jawa Timur. Jember.
Tidak ada yang saya tau tentang daerah ini, selain Jember Fashion Carnaval dan Anang Hermansyah tentunya. Berangkat ke Jember berhasil membuat saya kembali merasakan momen "first time". Dari Jakarta ke Surabaya dan transit dengan pesawat Garuda eXplore menuju Notohadinegoro Jember. Baru kali ini saya naik pesawat transit yang kata mas Koko (rekan dinas) kayak naik odong odong, karena sempit dan durasinya cuma 35 menit. Tapi surprisingly, not bad juga naik pesawat yang cuma muat 30 orang ini, mungkin karena cuaca nya juga baik.

Anyway, salah satu yang harus saya kerjakan di Jember adalah liputan ke sebuah, well bisa dibilang taman bermain, yaitu Tanoker Ledokombo. Dari denger namanya aja saya sudah penasaran. Namanya cantik. Tanoker artinya  kepompong. Ledokombo artinya daratan yang luas. Thats it. Saya cuma tau itu dan sengaja g riset dulu biar ada elemen of surprise nya begitu sampe disana. Perjalanan ke Tanoker dari tempat saya menginap memakan waktu sekitar 40 menit. Pemiliknya, Pak Supo, sengaja mengundang saya dan tim untuk langsung datang sore itu agar dapat melihat anak anak latihan nari. 




Benar saja, sesampainya di Tanoker, saya seru sendiri melihat anak anak berlatih nari dengan egrang untuk mengisi peresmian Jember Expo. Ya. Egrang! Nama dan bentuknya saya sering lihat di google , tapi ga pernah nyoba naik. Melihat anak anak begitu lincah naik dan lari lari pake egrang, saya otomatis penasaran. Kayaknya gampang. Kan kayaknyaaaa, setelah jatuh terjerambab 2x pun saya hanya berhasil naik dan jalan paling banyak 8 -10 langkah. Butuh berhari hari berbulan bulan lah buat bisa lincah kayak anak anak Tanoker. Mereka keren!

Sambil ngeliatin anak anak latihan, saya ngobrol banyak dengan buk Cici dan pak Supo, si empunya Tanoker. Singkat cerita, mereka ini adalah sepasang suami istri, bergelar Doktor, yang awalnya hidup mencari nafkah dan tinggal lama di Jakarta. Tahun 2009, Jakarta mereka tinggalkan. Gelar doktor mereka tinggalkan. Mereka kembali ke Jember, kampung halaman pak Supo. Tujuannya hanya satu, membangun desa kelahirannya. Dari sana Tanoker Ledokombo mulai dibangun. Sebuah tempat sederhana yang luas, ada camping camp, art galery, lapangan bermain sampai ke Pusat Pelayanan Informasi Terpadu. Saya sampai merinding denger cita cita apa saja yang mau mereka kerjakan. Budidaya egrang menjadi fokus utama. Selain itu, Jember memang terkenal sebagai pemasok pahlawan devisa alias TKI yang cukup banyak, tapi penderitaan warganya juga tidak sedikit. Tanoker menjadi pusat informasi buat para buruh migran tentang segala sesuatu sampai ke menyediakan fasilitas skype untuk komunikasi sama keluarga mereka yg jadi TKI di luar negri. Keren!! Buk Cici sendiri menggalang ibu ibu untuk membuat kerajinan tangan sampai ke kuliner homemade. Pak Supo mengajarkan anak anak untuk membuat buletin informasi, mensosialisasikan egrang, berkreasi dan bermain pada saat yang bersamaan. Dari gaya bercerita mereka, saya tau mereka tulus. Cita cita mereka masih banyak cenderung "muluk". Tapi mereka optimis, itu bisa dilakukan!

Kata bu Cici, bermain itu tidak main main. Di masa sekarang banyak sekali kriminalisasi bermain. Anak anak disuruh belajar di sekolah, sampi rumah belajar lagi, lalu kursus ini les itu, kadang orang tua suka lupa kalau anak anak itu butuh bermain diluar. Bermain itu tidak main main. Banyak sekali nilai yang bisa diambil oleh anak untuk pertumbuhan dan perkembangan mereka dari hal sesederhana bermain. Perkembangan yang mungkin kita ga duga sebelumnyaa.

Bermain itu tidak main main.

Saya jadi inget kampung halaman di Bukareh,alangkah bagusnya kalau kesenian randai dan saluang bisa digalang seperti Tanoker ini.

Haha semakin muluk muluk :D




footnote : Jadwal kembali ke Jakarta adalah tanggal 4/11 melalui Jember transit Surabaya, lalu Surabaya - Jakarta. Namun sayang bandara Notohadinegoro di Jember terpaksa ditutup due to erupsi-nya Rinjani. Terpaksa tempuh jalan darat 6 jam menuju Surabaya. Sampai blog ini di posting, bandara Ngurah Rai Bali juga masih ditutup karena erupsi Rinjani. Semoga semua segera membaik!

Be safe!

Nov 1, 2015

#theseday




  • (finally) manage to do Yoga 3 days in a week.
  • Kangen nonton DVD!
  • Relationship-worry strikes back
  • Ready for busy November. Raker, Konsinyering, Media Gathering.Bring it!
  • Done my mid-test, pray for the result
  • Craving for sushi (as always)
  • Plan to re-stack the table in my room
  • Sangat super duper pengen pindah kosan
  • One Direction - Perfect. Love it.
  • Put an off shoulder summer top in my wishlist
  • Penilaian akhir tahun! Keep my finger crossing
  • Love-hate relationship with my boss